Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI), menyatakan pengendalian inflasi bukan semata tugas bank sentral. Ini harus bekerja sama dengan pemerintah, baik maupun daerah.
"Kami betul-betul ingin supaya koordinasi antara BI, pemerintah pusat, dan daerah baik untuk kendalikan inflasi," kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Senin (21/4/2014).
Indonesia, lanjut Agus, bisa belajar dari pengalaman Filipina yang bisa mengendalikan inflasi rata-rata di kisaran 3%. "Secara geografis sama, negara tropis," ujarnya.
Pengendalian inflasi, tambah Agus, merupakan hal yang sangat penting. Inflasi dapat menggerus daya beli masyarakat sehingga akan berdampak pada kondisi perekonomian secara keseluruhan.
"Kalau bisa kendalikan ini, masyarajat adil dan makmur bisa kita capai," kata Agus.
Inflasi Indonesia pada 2013 tercatat sebesar 8,38%. Jauh terakselerasi dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 4,3%. Ini karena pada 2013 pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Sementara untuk 2014, BI menargetkan inflasi berada dalam kisaran 4,5% plus-minus 1. "Kita perkirakan 4,5% plus-minus 1 itu tetap bisa kita jangkau," tegas Agus.
Β
(hds/hen)











































