Defisit Perdagangan AS Membengkak Jadi US$ 55,5 Miliar

Defisit Perdagangan AS Membengkak Jadi US$ 55,5 Miliar

- detikFinance
Rabu, 15 Des 2004 10:26 WIB
Jakarta - Defisit perdagangan AS pada Oktober membengkak hingga mencapai US$ 55,5 miliar akibat membesarnya impor AS terutama dari Cina dan juga pengaruh dari kenaikan harga minyak. Angka ini meningkat dibandingkan defisit perdagangan pada September sebesar US$ 50,9 miliar. Angka ini juga jauh melampaui perkiraan para analis Wall Street sebesar US$ 53 miliar. Menurut Departemen perdagangan AS seperti dilansir AFP, Rabu (15/12/2004), selama 10 bulan tahun 2004, defisit perdagangan AS mencapai US$ 500,5 miliar. Angka ini sudah melampaui angka defisit perdagangan AS sepanjang tahun 2003 lalu. Selama Oktober, impor barang-barang dan jasa meningkat 3,4 persen menjadi US$ 153,5 miliar yang dipicu oleh konsumen yang cenderung memilih barang-barang buatan luar negeri akibat sangat rendahnya tingkat suku bunga AS. Defisit ini juga tetap melebar meski dolar AS terus melemah yang semestinya membuat ekspor AS lebih murah di pasar luar negari dan impor lebih mahal di AS. "Masalah utama disini adalah bahwa tingkat suku bunga yang masih sangat rendah di AS sehingga negara ini terjebah dalam impor dan berlanjut pada membesarnya defisit perdagangan yang bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi," kata analis BMO Financial Group Sal Guateri.Defisit perdagangan AS dengan Cina pada Oktober membesar hingga US$ 16,8 miliar yang merupakan 30 persen dari total defisit. Namun dengan Eropa turun 21,6 persen menjadi US$ 9,3 miliar, dengan Kanada naik 7,8 persen menjadi US$ 5,6 miliar dan dengan Jepang membesar 3,9 persen menjadi US$ 5,9 miliar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads