Pinjaman CGI Kurang dari Separuh Defisit APBN 2005
Rabu, 15 Des 2004 13:25 WIB
Jakarta - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati memastikan kebutuhan pinjaman pemerintah lewat forum consultative grup on Indonesia (CGI) tidak lebih dari separuh kebutuhan pembiayaan defisit APBN 2005 yang diperkirakan sebesar 1 persen dari product domestic bruto (PDB). Oleh karenanya plafon pinjaman tahun lalu yang sebesar US$ 3,4 miliar merupakan plafon tertinggi."Saya katakan plafon yang sebesar US$ 3,4 miliar merupakan plafon tertinggi," kata Sri Mulyani, di sela-sela acara Workshop Infrastructure di Gedung Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta, Rabu (15/12/2004).Menurutnya, saat ini terdapat dua persoalan mendasar. Pertama negara-negara donor termasuk bank dunia berkeinginan memberikan pinjaman yang jauh lebih besar. Kedua, pemerintah sesuai dengan arah kebijakan makro ekonomi/fiskal berkeinginan mengurangi stok utang dan rasio utang. "Makanya kita akan melihat dan menyesuaikan dengan kebutuhan serta memperhatikan keinginan kreditor," katanya.Dijelaskan Sri Mulyani, pemerintah pada tahun 2005 memang akan melonggarkan defisit anggaran dari 0,8 persen menjadi 2 atau 1 persen dimana separuh kebutuhan pembiayaan itu berasal dari CGI. Seperti diketahui, Bank Dunia menyebutkan Indonesia saat ini bisa memperoleh pinjaman high case scenario dimana Indonesia bisa menarik pinjaman dari Bank Dunia hingga mencapai US$ 1 miliar. Namun tampaknya, hal itu tidak akan dilakukan oleh pemerintah.
(mar/)











































