Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengungkapkan saat ini lahan pertanian termasuk sawah di Kota Bekasi hanya tersisa 5% dari total lahan kota di sisi timur Jakarta tersebut.
Rahmat menjelaskan alih fungsi lahan pertanian sudah terjadi sejak 20 tahun lalu. Padahal sebelumnya, Bekasi memiliki banyak lahan sawah. Bahkan yang miris lagi, 5% lahan pertanian yang tersisa itu merupakan milik pihak ketiga yang berencana akan memanfaatkannya untuk lahan perumahan.
"Bisa dilihat dari tata ruang saat ini. Tinggal 5% lahan sawah yang tersisa. Kalau Kota Bekasi 20 tahun yang lalu sudah alami konversi sawah ke perumahan makanya diubah dari kabupaten ke kota tahun 1996. Jadi walaupun ada sawah yang masih tersisa 5% itu mungkin milik pihak ketiga yang belum dilakukan pembangunan. Jadi sudah mundur ke belakang," kata Rahmat ketika menghadiri acara pelaksanaan Gerakan Tanam Cabai dalam Pot sebagai bagian dari Gerakan Perempuan untuk Optimalisasi Pekarangan (GPOP) di Perumahan Margahayu, Kota Bekasi, Selasa (22/04/2014).
Hasilnya, Rahmat mengakui wajah Kota Bekasi kini sudah jauh berbeda. Bekasi kini dikenal sebagai kota metropolitan yang jauh lebih modern padahal dulunya adalah salah satu pusat produksi beras.
"Kalau Kota Bekasi ini sudah match ya. Kota Bekasi sudah menjadi kota Metropolis. Pertanian itu sudah hampir tidak ada terutama persawahan," katanya.
Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Suswono memberikan saran kepada Walikota Bekasi agar dapat memberdayakan masyarakatnya dengan menanam tanaman tepat guna berbasis pot. Ia meminta alternatif dengan menanam produk hortikultura seperti buah-buahan di pinggir jalan protokol yang jauh bermanfaat bila dibandingkan menanam tanaman hias.
"Di Kota Bekasi sawah sudah habis tinggal sedikit. Nanti rumah tidak boleh pakai genting pakai bivak saja, tanam sawah di atas rumah. Sekarang ini bisa tanam padi pakai pot. Kenapa tidak dilakukan karena kita malas. Saya berharap urban farming ini kita galakkan dan pertanian di perkotaan bisa kita lakukan. Lalu di jalan protokol tanami tanaman buah-buahan nanti hasilnya bisa dimakan rakyat Bekasi," jelas Suswono.
(wij/hen)











































