Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Apr 2014 13:06 WIB

Boneka Barbie Karya Napi Wanita Diekspor ke Singapura dan Malaysia

- detikFinance
Jakarta - Narapidana (Napi) wanita di rumah tahanan (Rutan) Batam dan Lapas Barelang, Kepulauan Riau sukses membuat Boneka Barbie. Produk boneka mereka berhasil diekspor ke Singapura dan Malaysia.

Lusia Efriani Kiroyan, seorang pengusaha yang membimbing para Napi wanita mengatakan satu boneka barbie dihargai Rp 150.000.

"Saya ngasih pelatihan untuk mereka. Selama 3 hari full training," kata Lusi kepada detikFinance di Pameran Produk Lapas di Kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/4/2014).

Lusia yang memiliki workshop pelatihan untuk anak terlantar, single parent, dan penyandang cacat ini mengatakan, seorang narapidana wanita dalam sehari bisa menyelesaikan 2-3 boneka barbie yang siap dipasarkan. Untuk satu boneka, per orang diberi upah Rp 10.000.

"Mereka antusias sekali. Dia buat baju sama rambutnya saja," katanya.

Program ini sudah dijalankan Lusia sejak setahun lalu. Namun pada saat itu spesifikasi produk belum begitu sempurna. Pengemasan produk juga belum begitu bagus, namun pemasarannya sudah sampai Singapura dan Malaysia.

"Saya di Batam, jadi dekat ke Singapura dan Malaysia. Yang saya jual itu ke klien-klien saya," kata wanita umur 33 tahun ini.

Pada 21 April 2014 kemarin, produk boneka barbie bermotif batik telah diluncurkan. Semuanya buatan dari narapidana wanita di Lapas Balareang dan Rutan Batam. Sekitar 50 orang narapidana diberdayakan untuk membuat boneka yang tersohor di dunia ini.

Sayangnya, Lusia tidak menyebut omzet yang ia dapatkan selama menjalankan usaha ini bersama Napi. "Semua hasilnya saya berikan untuk pengembangan workshop," katanya.

Ia mengharapkan, usahanya ini juga bisa dijalankan di berapa rumah tahanan lainnya di Indonesia. "Nanti ke rutan pondok bambu," tutupnya.



(zul/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
DRoofTalk
×
Gaduh Kerajaan Galuh
Gaduh Kerajaan Galuh Selengkapnya