Demi mencapai target khusus di tahun 2014 itu, Kemendag sudah membuat sistem pemetaan sasaran target ekspor. Dari target itu, sebanyak US$ 158-160 miliar atau 70% didapat dari ekspor produk non migas.
Selain batu bara, CPO, tekstil, elektronik, dan makanan olahan, Kemendag sudah mempunyai alternatif untuk menggenjot ekspor jenis produk lainnya. Bahkan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi sepakat untuk meningkatkan ekspor 3 produk ini.
Yuk simak 3 produk alternatif tumpuan ekspor pemerintah seperti dihimpun detikFinance, Jumat (25/04/2014).
|
|
Mobil/Otomotif
|
|
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memprediksi nilai ekspor sektor otomotif Indonesia mencapai US$ 9 miliar atau Rp 90 triliun di tahun 2017 atau meningkat 100% dari total ekspor tahun ini yang hanya US$ 4,5 miliar.
Ia juga menuturkan ekspor sektor otomotif menyumbang 5% dari total ekspor Indonesia per tahun. Tahun ini total ekspor Indonesia ditargetkan senilai US$ 190 miliar atau Rp 2.000 triliun.
Mobil/Otomotif
|
|
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memprediksi nilai ekspor sektor otomotif Indonesia mencapai US$ 9 miliar atau Rp 90 triliun di tahun 2017 atau meningkat 100% dari total ekspor tahun ini yang hanya US$ 4,5 miliar.
Ia juga menuturkan ekspor sektor otomotif menyumbang 5% dari total ekspor Indonesia per tahun. Tahun ini total ekspor Indonesia ditargetkan senilai US$ 190 miliar atau Rp 2.000 triliun.
Kerajinan Tangan
|
|
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan ada dua produk kerajinan tangan Indonesia yang laku dengan permintaan yang cukup besar di pasaran internasional yaitu kerajinan kayu dan anyaman.
Menurut Bayu pada umumnya nilai ekspor produk kerajinan tangan tahun 2013 lalu mencapai Rp 8 triliun dengan pertumbuhan per tahun mencapai 5%. Sementara nilai perdagangan produk kerajinan tangan di dalam negeri jauh lebih besar yaitu bisa mencapai Rp 40 triliun.
Ada beberapa produk utama ekspor kerajinan tangan Indonesia yaitu ornamen dari kayu seperti patung dengan nilai ekspor US$ 98,9 juta (Rp 980 miliar), keranjang dan anyaman US$ 69,57 juta (Rp 690 miliar), frame dari kayu US$ 51,48 juta (Rp 514 miliar), dan produk kerajinan untuk alat rumah tangga dengan nilai ekspor US$ 37,72 juta (Rp 370 miliar).
Bayu menambahkan berbagai macam produk kerajinan tangan asal Indonesia tersebut dijual ke beberapa pasar terbesar tujuan ekspor di luar negeri seperti Amerika Serikat dengan nilai ekspor US$ 301,29 juta atau pangsa ekspor mencapai 45,03%, Jepang dengan nilai ekspor US$ 76,4 juta atau 11,42%, Inggris US$ 29,02 juta atau 4,34%. Lalu ada Jerman dan Hong Kong.
Pada tahun 2014 ini, ekspor produk kerajinan tangan ditargetkan bisa mencapai Rp 10 triliun atau lebih besar dibandingkan capaian ekspor tahun 2013 lalu.
Kerajinan Tangan
|
|
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan ada dua produk kerajinan tangan Indonesia yang laku dengan permintaan yang cukup besar di pasaran internasional yaitu kerajinan kayu dan anyaman.
Menurut Bayu pada umumnya nilai ekspor produk kerajinan tangan tahun 2013 lalu mencapai Rp 8 triliun dengan pertumbuhan per tahun mencapai 5%. Sementara nilai perdagangan produk kerajinan tangan di dalam negeri jauh lebih besar yaitu bisa mencapai Rp 40 triliun.
Ada beberapa produk utama ekspor kerajinan tangan Indonesia yaitu ornamen dari kayu seperti patung dengan nilai ekspor US$ 98,9 juta (Rp 980 miliar), keranjang dan anyaman US$ 69,57 juta (Rp 690 miliar), frame dari kayu US$ 51,48 juta (Rp 514 miliar), dan produk kerajinan untuk alat rumah tangga dengan nilai ekspor US$ 37,72 juta (Rp 370 miliar).
Bayu menambahkan berbagai macam produk kerajinan tangan asal Indonesia tersebut dijual ke beberapa pasar terbesar tujuan ekspor di luar negeri seperti Amerika Serikat dengan nilai ekspor US$ 301,29 juta atau pangsa ekspor mencapai 45,03%, Jepang dengan nilai ekspor US$ 76,4 juta atau 11,42%, Inggris US$ 29,02 juta atau 4,34%. Lalu ada Jerman dan Hong Kong.
Pada tahun 2014 ini, ekspor produk kerajinan tangan ditargetkan bisa mencapai Rp 10 triliun atau lebih besar dibandingkan capaian ekspor tahun 2013 lalu.
Perhiasan
|
|
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, dalam 2 bulan pertama di 2014, jumlah ekspor perhiasan Indonesia mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.
Padahal pada periode November hingga Desember 2013 ekspor perhiasan atau permata hanya US$ 64,2 juta atau naik signifikan sebesar 31,5% dibandingkan periode Oktober-November 2013. Lutfi berharap trend kenaikan ekspor perhiasan akan terus berlanjut.
Perhiasan
|
|
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, dalam 2 bulan pertama di 2014, jumlah ekspor perhiasan Indonesia mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.
Padahal pada periode November hingga Desember 2013 ekspor perhiasan atau permata hanya US$ 64,2 juta atau naik signifikan sebesar 31,5% dibandingkan periode Oktober-November 2013. Lutfi berharap trend kenaikan ekspor perhiasan akan terus berlanjut.
Halaman 2 dari 8










































