Wijaya Karya Bidik Proyek MRT dan Apartemen di Arab Saudi

Wijaya Karya Bidik Proyek MRT dan Apartemen di Arab Saudi

- detikFinance
Jumat, 25 Apr 2014 10:28 WIB
Wijaya Karya Bidik Proyek MRT dan Apartemen di Arab Saudi
Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk terus melebarkan sayapnya untuk bisnis konstruksi di luar negeri. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi fokus membidik pasar Arab Saudi, Myanmar, dan Timor Leste.

Misalnya di Arab Saudi, emiten berkode WIKA ini sedang melakukan registrasi sebagai perusahaan yang terdaftar di Arab Saudi. Proses tersebut sebagai prasyarat ekspansi bisnis di Arab Saudi.

Setelah terdaftar sebagai perusahaan di sana, WIKA membidik proyek konstruksi seperti tower apartemen di sekitar Masjidil Haram di Mekkah.

"Dari owner akhir tahun mulai konstruksi, atau setelah 3 bulan musim haji. Kita proyeksi awal tahun 2015 groundbreaking. Dulu rencana bangun 7 tower, tapi 2 tower sudah jadi. Kalau kita mau bangun tower tahap selanjutnya. Kita bangun 2 tower, 30 lantai setiap tower. Ada 1.000 kamar dalam satu tower. Itu satu tower nilainya US$ 100 juta," kata kata Direktur Operasi IV WIKA Destiawan Soewardjono saat BUMN Marketers Club di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (25/4/2014).

Selain itu, WIKA juga memperoleh tawaran untuk menggarap proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Arab Saudi. Untuk mendukung ekspasni di Arab Saudi, WIKA akan bersinergi dengan perusahaan lokal dan internasional.

"Banyak tawaran di sana. Ada MRT. Infrastruktur dan gedung. Kita ditawari proyek MRT. Tapi syaratknya harus register (buka cabang)," sebutnya.

Selain Arab Saudi, WIKA mulai tahun ini memulai pembangunan dan pendirian pabrik beton di Myanmar. Pembangunan tersebut sedikit berjalan lambat karena harus mengurus berbagai perizinan. Untuk pendirian dan pengelolaan pabrik beton akan dikelola oleh anak usaha WIKA yakni PT WIKA Beton Tbk.

"Myanmar mau tandatangan kerjasama Joint Venture. Disana bangun pabrik beton, memang proses lambat, tapi InsyaAllah akan dimulai. Kita mulai adminstrasi perizinan. Kita mulai design pabriknya. Mudahan-mudahan fisik mulai konstruksi karena izin sudah sepakat. Tahun ini konstruksi pabrik," jelasnya.

Pabrik beton di Myanmar akan dibangun untuk memenuhi kebutuhan beton di Myanmar. Tapi setelah eksis di Myanmar, WIKA membuka opsi memperluas pemasaran produk beton ke Kamboja dan Laos.

"Saya rasa proyeksi produksi mulai 2015. Ini konsumsi Myanmar besar. Juga nantinya untuk negara sekitarnya seperti ke Laos dan Kamboja. Itu diekspor dari Myanmar. Kapasitas produksi tahap awal 100.000-200.000 ton," jelasnya.

Selain itu, WIKA saat ini tengah mengikuti tender untuk proyek pembangunan perlengkapan pelabuhan di Timor Leste. WIKA merupakan satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang lolos prakualifikasi. Nilai proyek yang diperebutkan mencapai US$ 600 juta.

"Kalau Timor Leste. Kita ikut tender supply based. Prasarana pelabuhan, kilang, tangki untuk logistik off shore. Menyediakan itu untuk kontraktor minyak. WIKA joint dengan bank Belanda. Ada 5 konsorsium yang lolos kualifikasi, Hyundai Group, India ada 2. Ada konsorsium Spanyol-Portugis, Dari Indonesia hanya WIKA," sebutnya.

Destiawan menerangkan aksi korporasi ke luar negeri akan memperkuat posisi WIKA sebagai BUMN Indonesia yang telah merambah pasar internasional.

"WIKA sudah ke Aljazair, Brunai, Timor Leste. Sekarang mau masuk Myanmar dan Arab Saudi," paparnya.

(feb/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads