Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan pun memiliki saran khusus kepada Pupuk Indonesia. Apa saran itu?
Rusman meminta agar BUMN Indonesia tidak 100% mengakuisisi perusahaan peternakan asal Australia. Pasalnya jika akuisisi penuh, tidak ada transfer ilmu hingga tanggungjawab pengelolaan dari pihak Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada tanggungjawab dari Australia meski saham mayoritas bisa 51%. Kira-kira begitu. Harga 1 juta jangan dibeli 1 juta," sebutnya.
Rusman menjelaskan rencana akuisisi perusahaan peternakan di Australia masih diperlukan untuk mendukung ketersediaan daging sapi. Australia memiliki kesiapan di dalam ketersediaan lahan hingga pengalaman pengelolaan.
"Kalau dari sisi kesiapan. Mereka lebih siap. Lahannya luas. Mereka punya pengalaman," sebutnya.
(feb/ang)











































