Warga Bekasi Tak Sabar Nantikan Monorel

Warga Bekasi Tak Sabar Nantikan Monorel

- detikFinance
Minggu, 27 Apr 2014 16:11 WIB
Warga Bekasi Tak Sabar Nantikan Monorel
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memastikan proyek monorel Bekasi-Cibubur-Cawang dibangun 2015. Warga Bekasi tak sabar menunggu proyek ini berjalan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Tata Kota Bekasi, Koswara di sela peluncuran apartemen Grand Cut Meutia, di Bekasi, Minggu (27/4/2014).

"Itu ditunggu-tunggu masyarakat, tentu. Banyak perjalanan dari Jakarta ke Bekasi," kata Koswara.

Dia mengatakan, setiap harinya ratusan ribu pergerakan orang dari Bekasi ke Jakarta menggunakan berbagai moda transportasi. Kebanyakan dari mereka adalah orang Bekasi yang mencari nafkah di Ibukota.

"Dari Bekasi ke Jakarta itu 700.000 orang setiap hari. Kereta, bis, dan lain-lain," katanya.

Konsorsium BUMN yang dipimpin Adhi Karya berjanji pembangunan proyek monorel Bekasi-Cawang-Cibubur tak mangkrak. Pada 2018, masyarakat Jabodetabek khususnya warga Bekasi-Cibubur sudah bisa menikmati transportasi modern ini.

Sebelumnya, Adhi Karya menjelaskan pengembangan monorel telah dirancang sesuai konsep model bisnis yang terencana, detail, dan terintegrasi dengan moda transportasi lain.

"Kalau Adhi nggak mandang monorel saja, tapi integrasi dengan bisnis model. Kita create revenue dari salah satu penyelenggaraan monorel. Profit margin monorel itu tipis, maka kita integrasi dengan properti. Nanti di stasiun ada apartemen, penumpang naik dan harga properti naik. Bisnis nggak standing alone," papar Kadiv Transportasi dan Tower Adhi Karya Pundjung Setyabrata usai RUPS di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Saat kontruksi dimulai pada April 2015, proses pengerjaan akan memakan waktu selama 3 tahun atau selesai 2018. Warga Bekasi Timur dan Cibubur mungkin sudah bisa memakai moda transportasi monorel pada 2018.

Adhi Karya juga telah berkaca dari berbagai pengalaman terkait monorel. Seperti gagalnya monorel di Australia atau mandegnya proyek monorel dalam kota DKI Jakarta.

"Stasiun yang kita pakai terintegrasi. Di Bekasi Timur ada 9 hektar. Di sana dibangun apartemen, hotel, dan mal. Nanti ada 10 lokasi di-develop untuk properti," sebutnya.

Untuk mengoperasikan monorel, Adhi Karya akan menggandeng operator Mass Rapid Transit (MRT) asal Singapura yakni SMRT. "Sebagai operator kita nggak punya pengalaman bagus. SMRT sudah siap dukung kembangkan monorel," terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menjelaskan pihaknya telah melakukan survei terhadap potensi penumpang monorel. Hasilnya dipilih titik Cibubur dan Bekasi Timur. Daerah tersebut merupakan sumber kendaraan menuju pusat bisnis dan perkantoran di Jakarta.

Warga di daerah tersebut memiliki kemampuan membayar untuk memakai moda transportasi yang menawarkan ketepatan waktu.

"Kita sebagai perseroan lihat dalam kaca mata bisnis. Ini dibutuhkan dan ada demand. Ada investment cost, ada kemampuan demand untuk bayar. Ini sudah dilakukan demand survey," tegasnya.

(zul/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads