"Dari rencana aksi Bukittinggi sudah direvisi. Karena anggaran tambahan belum ada. Kedelai karena masalah dukungan lahan misalnya dari transmigrasi yang harusnya ada 155.000 hektar ternyata tidak ada," kata Menteri Pertanian (Mentan) Suswono usai rapat terbatas dengan jajaran menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di Kantor Menko Perekonomian, Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/04/2014).
Selain itu, Suswono mengatakan kementeriannya sudah mempersiapkan rencana antisipasi bahaya cuaca ekstrem yang bisa mengganggu produksi pertanian hingga risiko ada gagal panen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suswono menyebut sudah mempunyai langkah antisipasi salah satunya dengan cara memompa serta mengalirkan air irigasi dari sungai dan air tanah ke lahan pertanian. Untuk mendukung program ini, pihaknya siap menggelontorkan dana hingga Rp 2 triliun.
"Tetapi ini baru prediksi, kadang-kadang prediksi BMKG tepat dan tidak tepat tetapi kita harus antisipatif karena kita punya anggaran Rp 2 triliun untuk antisipasi iklim ekstrem dan akan digunakan. Kalau mengarah ke sana, air tanah atau air sungai kita optimalkan. Kita harus siapkan pompanisasi dengan dana Rp 2 triliun," imbuhnya.
(wij/hen)











































