Hatta Ingin Subsidi Pupuk Tak Perlu Dicabut

Hatta Ingin Subsidi Pupuk Tak Perlu Dicabut

- detikFinance
Selasa, 29 Apr 2014 14:26 WIB
Hatta Ingin Subsidi Pupuk Tak Perlu Dicabut
Jakarta - Belakangan ini muncul ide pencabutan subsidi pupuk termasuk oleh Menteri Pertanian (Mentan) Suswono. Bagi Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, subsidi pupuk tak perlu dicabut.

Ia mengatakan selama ini program subsidi pupuk sudah berjalan cukup baik, namun apabila masih ada kekurangan seperti soal pendistribusian maka harus dilakukan perbaikan.

"Selama ini berjalan baik, kalau pun ada pembenahan harus kita lakukan. Jadi tidak (perlu dicabut)," ungkap Hatta usia rapat koordinasi dengan para menteri ekonomi di kantornya, Jakarta, Selasa (29/4/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya pos anggaran untuk subsidi pupuk sudah berlangsung lama dalam APBN. Subsidi pertanian yang diberikan pemerintah tak hanya pupuk, namun subsidi benih.

"Subsidi pangan selalu ada, baik menyangkut pupuk, benih," sebutnya.

Ia mengatakan soal subsidi pupuk tahap perencanaan sudah dibahas dalam APBN hingga pelaksanaan di lapangan. Setiap tahun, subsidi ini tidak ada perubahan.

"Ada mekanismenya, tiap tahun mekanisme begitu, misalkan subsidi pupuk disalurkan dari APBN kita kepada pupuk yang harganya harga subsidi," paparnya

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengusulkan pemerintahan yang baru bisa mencabut subsidi pupuk. Alokasi anggaran subsidi pupuk di 2014 mencapai Rp 18 triliun.

Suswono menjelaskan lebih baik alokasi subsidi pupuk ini digunakan untuk kepentingan lainnya seperti pembangunan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan pemberian jaminan harga bagi para petani.

"Bagaimana Rp 18 triliun diberikan untuk kompensasi petani, perbaikan irigasi dan jaminan harga dan petani tidak dirugikan. Nanti kita hitung berapa marginnya dan itu yang akan kita jamin agar tidak merugikan. Petani tidak senang harga fluktuasi, senangnya harga stabil," tuturnya.

Selain itu, Suswono mengakui program subsidi pupuk rawan tindakan penyelewengan. Penyebabnya karena disparitas harga yang tinggi antara pupuk yang bersubisidi dengan pupuk non subsidi.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads