Direktur J Resources yang juga Direktur Utama PT Puncak Emas Gorontalo Edi Permadi mengatakan, produksi emas 310.000 ounce ini bisa dicapai pada 2016.
"Produksi sebanyak itu akan menjadikan kami sebagai salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia dan menjadi produsen emas nomor 1 di Asia Pasifik," kata Edi ditemui di sebuah rumah makan kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (29/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya tambahan produksi dua tambang tersebut dan ditopang optimasi produksi di dua tambang yang sudah dimiliki saat ini di Lanut Sulawesi Utara dan Penjom di Malaysia, tahun produksi emas kami total mencapai 210.000 ounce," ungkapnya.
Saat ini J Resources juga telah menjalin kerjasama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa untuk pengolahan tambang di Gunung Pani, Gorontalo seluas 7.385 hektar, yang di dalamnya ada lahan milik KUD Dharma Tani seluas 100 hektar.
"Dengan kerjasama ini kita menargetkan tambahan produksi mulai 2016 di Gunung Pani sebanyak 100.000 ounce per tahun. Saat ini proyek di Pani masih dalam tahap Amdal (analisis dampak lingkungan)," ujarnya.
"Dengan produksi 210.000 ounce saat ini ditambah lagi pada 2016 ada tambahan produksi 100.000 ounce, maka produksi emas kita total akan mencapai 310.000 ounce per tahun. Produksi ini menyamai produksi emas Newmont dan mendekati produksi emasnya Freeport, tentu ini prestasi karena kita perusahaan lokal, 100% pengusaha nasional," tutup Edi.
(rrd/dnl)











































