Kebijakan ini untuk menyesuaikan beroperasinya jalur ganda KA Jakarta-Surabaya. Selain itu juga untuk membenahi lalu lintas kereta di Jabodetabek.
"Mulai 1 Juni akan diubah jam kedatangannya. Ada yang maju ada yag mundur. Ada beberapa kereta api Jatim banyak yang maju. Jadi kalau yang sudah hafal, itu diubah," kata Humas PT KAI, Sugeng Priyono
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kereta ganda Jakarta-Bojonegoro sudah bisa dioperasikan secara penuh. Beroperasinya rel kereta ganda Jakarta-Bojonegoro tersebut ditandai dengan peresmian pengoperasian rel ganda kereta api lintas utara Jawa Tengah antara Stasiun Wedu dan Stasiun Tobo lintas Semarang-Bojonegoro Jawa Timur sepanjang 19,5 Km beberapa pekan lalu.
Pembangunan jalur ganda diharapkan dapat meningkatkan kapasitas lintas kereta barang dan penumpang dari sekitar 84 kereta menjadi 200 kereta per hari. Sebelumnya, frekuensi kereta barang Jakarta-Surabaya sebanyak 5 trip per hari dengan kapasitas 160 twenty foot equivalent units (TEUs) per hari.
Pembangunan rel sepanjang 727 kilometer dilaksanakan secara multiyears sejak 2011 hingga 2014 dengan anggaran Rp 10,5 triliun.
Pembangunan rel kereta ganda dibagi dalam 4 segmen antaralain Cirebon-Brebes 63 Km, Pekalongan-Semarang 90 Km, Semarang-Bojonegoro 180 Km, dan Bojonegoro-Surabaya 103 Km. Saat ini segmen Cirebon-Brebes dan Pekalongan-Bojonegoro sudah selesai dan sudah dioperasikan, termasuk Semarang-Bojonegoro.
(zul/hen)











































