Pemerintahan Mendatang Masih Butuh Utang

Pemerintahan Mendatang Masih Butuh Utang

- detikFinance
Rabu, 30 Apr 2014 19:15 WIB
Pemerintahan Mendatang Masih Butuh Utang
Jakarta - Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menyiapkan anggaran sebesar Rp 610 triliun untuk pemerintahan mendatang. Ini adalah anggaran awal yang bisa digunakan untuk memulai jalannya pemerintahan.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan secara keseluruhan anggaran belanja tetap akan lebih besar dari penerimaan negara. Sehingga sudah dipastikan akan ada defisit anggaran sekitar 1-2% terhadap PDB yang ditutup dari utang.

"Sudah ada defisit pasti. Iya (utang)," ungkap Chatib pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan 1-2% PDB adalah angka defisit yang ideal. Kisaran tersebut belum melampaui batasan dalam UU Keuangan Negara, yaitu 3% PDB.

"Kalau baseline pasti rendah sekali 1-2%. Kita ngomongnya masih ideal semuanya," ujar Bambang.

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada 2009. "Jadi belanjanya itu rutin supaya pemerintahnya jalan. Tapi belanja modalnya disediakan dalam jumlah besar. Jadi kalau mau ada program, ambil dari situ dulu saja," jelasnya.

Defisit anggaran, lanjut Bambang, bisa saja bertambah bila kebutuhan belanja pemerintah juga meningkat. Namun bisa saja defisit tetap atau berkurang ketika pemerintah bisa meningkatkan penerimaan negara.

"Semua pemerintahan kalau menyelamatkan budget ya pajaknya harus dikuatkan," kata Bambang.

Menurutnya, target pajak pun tidak perlu dipatok terlalu tinggi. Asal bisa dicapai sesuai target, maka itu sudah bagus.

Β 
(mkl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads