Dulu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan pernah jadi cleaning service dadakan untuk membersihkan toilet bandara yang kotor. Bahkan mantan bos PLN ini juga sempat menjadi juru parkir karena ada beberapa kendaraan parkir sembarangan di area terminal keberangkatan.
Tak sampai situ, Dahlan pun kerap menyempatkan diri untuk melakukan inspeksi dadakan ke bandara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kebersihan dan kerapian, terus terang saya baru pulang dari Penang dan Kuala Lumpur. Sekarang beda dengan dulu. Dulu abis dari KL ke Jakarta kok begini ya. Sekarang mendarat di Cengkareng sudah bersih. Memang sih ada beberapa kekurangannya," kata Dahlan usai senam pagi di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2014).
Meski telah berbenah, Dahlan mengakui AP II harus bekerja ekstra agar bandara Soekarno-Hatta bisa mengejar kualitas bandara di negeri tetangga, seperti Bandara Changi di Singapura.
"Singapura masih lebih baik. Tapi bandara kita sudah bertahap (berbenah)," sebutnya.
Meski masih kalah, namun beberapa bandara di Indonesia di bawah manajemen AP I dan AP II telah dan sedang berbenah. Seperti pembangunan terminal baru di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bandara Kuala Namu Medan, hingga Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Saat ini, bandara di atas telah menjelma menjadi bandara modern yang memanjakan pengguna jasa penerbangan.
"Palembang, Medan, Balikpapan apalagi, Solo juga bersih. Makassar bagus. Kesadaran bersaing dengan luar negeri muncul karena memang jangan sampai pulang dari luar negeri, aduh kok kita seperti ini," jelasnya.
Dahlan mengambil contoh perbaikan bandara Kuala Namu, Sumatera Utara. Dahulu, saat warga kota Medan masih dilayani oleh Bandara lama (Polonia) merasa ada perbedaan yang jauh ketika berangkat dari Polonia dan tiba di bandara milik Malaysia. Namun ketika Bandara Kuala Namu telah beroperasi dan menggantikan Bandara Polonia, warga Medan dan Malaysia justru memuji kemegahan dan kebersihanan bandara di bawah operator AP II itu.
"Dulu pasti malu sekali pulang dari Penang. Kok di sana lebih bagus. Sekarang orang Penang (Malaysia) bilang, Medan lebih bagus. Tapi akses masih belum jadi, jalan tol nunggu 1 tahun lagi," jelasnya.
Lalu, Angkasa Pura I juga berencana merombak terminal Bandara Ahmad Yani Semarang dan membangun bandara baru di Kulonprogo, Yogyakarta.
"Yang sebentar lagi kan Semarang. Yogya sebentar lagi akan dibangun. Bahkan kita anggarkan Rp 6 triliun," katanya.
(feb/dnl)











































