Jalur Ganda KA JKT-SBY: Waktu Tempuh Hemat 2 Jam, Subsidi BBM Ditekan

Jalur Ganda KA JKT-SBY: Waktu Tempuh Hemat 2 Jam, Subsidi BBM Ditekan

- detikFinance
Jumat, 02 Mei 2014 07:33 WIB
Jalur Ganda KA JKT-SBY: Waktu Tempuh Hemat 2 Jam, Subsidi BBM Ditekan
Jakarta - Surabaya, pada Mei ini akan terhubung oleh jalur rel ganda atau double track lintas utara Jawa. Proyek rel kereta ganda yang membentang sepanjang pesisir pantai utara Jawa ini telah dimulai dari Cirebon-Brebes-Tegal-Pekalongan-Semarang-Bojonegoro-Surabaya sepanjang 508 kilometer (km).

Saat beroperasi penuh bulan ini, jalur ganda mampu memberi keuntungan terhadap operasional kereta barang dan penumpang. Seperti terjadi percepatan waktu tempuh hingga 2 jam pada kereta barang, karena jalur persilangan telah hilang dengan adanya rel ganda.

"Maka dari sisi kereta api akan terjadi peningkatan percepatan waktu tempuh karena nggak ada persilangan lagi. Kereta api penumpang rata-rata akan lebih cepat 30 menit hingga 1 jam," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Kereta Api, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hanggoro Budi Wiryawan kepada detikFinance di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Selain kereta penumpang, manfaat beroperasinya rel ganda adalah meningkatnya frekuensi dan berkurangnya waktu tempuh angkutan kereta barang Jakarta-Surabaya. Waktu tempuh kereta barang, dikonsep akan lebih cepat daripada kereta penumpang.

"Yang cukup signifikan itu kereta barang itu. Contoh kontainer lintas utara Jakarta-Surabaya biasanya 18 jam. Nanti bisa 16 jam. Itu meningkat lebih dari 2 jam," sebutnya.

Pasca beroperasinya rel ganda ini, terjadi perpindahan angkutan barang melalui jalur darat ke angkutan kereta. Perpindahan tersebut mampu mengurangi kepadatan jalur pantura hingga meminimalkan terjadi kecelakaan antara truk trailer dengan sepeda motor yang sering terjadi.

"Tentunya ada shifting, ada juga penghematan BBM subsidi cukup besar. Kita harapkan dengan adanya perpindahkan ke KA. Waktu tempuhnya lebih cepat makanya dia bisa tekan cost of logisitic," katanya.

Selain ada percepatan waktu tempuh kereta barang dan penumpang, Kemenhub membenarkan akan adanya penambahan frekuensi perjalanan kereta.

"Pasti ada penambahan traffic. Saya belum mau bicara sekarang karena akan dijelaskan oleh Pak Dirjen (Perkeretaapian)," sebutnya.

Setelah sukses menyambungkan jalur rel ganda lintas utara, Kemenhub selanjutnya memfokuskan pembangunan rel ganda lintas selatan. Pembangunan rel ganda lintas selatan sepanjang 610 km dimulai dari Cirebon-Prupuk-Purwokerto-Kroya-Kutoarjo-Yogyakarta-Solo-Madiun-Surabaya.

Saat ini jalur rel ganda lintas selatan masih tahap kontruksi dan lelang. Ruas ini ditargetkan telah tersampung rel ganda pada tahun 2017.

"Targetnya tahun 2017 sudah nyambung," jelas Hanggoro.

Pada kesempatan tersebut Hanggoro menceritakan tantangan pembanguan rel ganda lintas utara. Tantangan terbesar adalah saat melakukan pembebasan lahan.

"Kesulitan kita pertama adalah lahan. Struktur nggak ada masalah. Lahan ini ada beberapa macam. Yang sudah kita miliki, tapi digunakan masyarakat. Kita sebut itu penertiban. Untuk penertiban tanah yang diserobot dilakukan oleh KAI. Kita dari pemerintah hanya selesaikan yang baru,” papar Hanggoro.


(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads