Impor Barang Konsumsi Naik karena Beras, Daging, dan Bawang

Impor Barang Konsumsi Naik karena Beras, Daging, dan Bawang

- detikFinance
Jumat, 02 Mei 2014 14:16 WIB
Impor Barang Konsumsi Naik karena Beras, Daging, dan Bawang
Suryamin, Kepala BPS
Jakarta - Impor non migas pada Maret 2014 tercatat US$ 10,53 miliar, naik 1,94% dibandingkan Februari yang sebesar US$ 10,33 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh lonjakan impor barang konsumsi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebutkan, impor barang konsumsi Maret adalah US$ 1,1 miliar, naik 20,5% dari Februari yang sebesar US$ 898,6 juta.

Sementara impor kelompok bahan baku/penolong mengalami kenaikan 6,25% dari US$ 10,5 miliar menjadi US$ 11,2 miliar. Sedangkan impor barang modal justru turun 4,11% dari US$ 2,3 miliar menjadi US$ 2,2 miliar.

Dalam kelompok barang konsumsi ini, Suryamin menuturkan, didominasi oleh bahan pangan. Di antaranya adalah impor bawang merah, bawang putih, gandum, beras, dan daging.

Namun di sisi lain, lanjut Suryamin, produk-produk tersebut adalah jenis barang yang sangat strategis untuk pengendalian inflasi. Ia menilai impor bahan pangan itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya deflasi sebesar 0,02% pada April.

"Jadi yang diimpor bukan pakaian, tapi komoditi yang digunakan untuk mengontrol harga bahan pokok sehingga inflasi terkendali," tegas Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Meski begitu, Suryamin menyatakan impor bahan pangan tetap harus menjadi perhatian. Dia ingin agar produk-produk tersebut tersedia bukan dari impor, melainkan dalam negeri.

"Ini sangat penting bagi pemerintah untuk meningkatkan produksi. Tingkatkan produksi bawang, beras, dan daging," kata Suryamin.

 
(mkl/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads