Pemerintah Tetap Pertahankan 51 % Saham Semen Gersik
Kamis, 16 Des 2004 16:41 WIB
Jakarta - Pemerintah bersikeras mempertahankan kontrolnya di Semen Gresik sehingga saham pemerintah di perusahaan itu tidak boleh kurang dari 51 persen. Rencananya, masalah sengketa Semen Gresik dan Cemex akan diputuskan oleh tim investasi pada Sabtu besok."Pokoknya yang paling penting saya tidak mau di Semen Gresik itu kontrol pemerintah kurang dari 51 persen. Itu parameter yang saya jaga," kata Meneg BUMN Soegiharto usai rapat tim investasi di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (16/12/2004).Menurut Soegiharto, rapat hari ini belum bisa mencapai kesimpulan karena sejumlah menteri berhalangan hadir disamping Menko Perekonomian dipanggil presiden. "Rapatnya harus diteruskan hari Sabtu. Jadi belum ada konklusi. Tapi dari 16 opsi, setelah dilihat berdasarkan parameter, kita sederhanakan menjadi sekitar 7 opsi saja," kata Soegiharto tanpa merinci apa saja 7 opsi itu. "Karena ini bahan taktik dan strategi untuk menghadapi Cemex, jadi kalau kita buka bisa melemahkan posisi tawar kita," ujarnya. Ketika disinggung soal keputusan pemerintah untuk tetap memegang kontrol di Semen Gresik, menurut Soegiharto, hal itu didasarkan atas konsensus pemerintah dengan Komisi VI DPR dimana Komisi VI DPR meminta kepada Meneg BUMN untuk mempertahankan kepemilikan negara tidak kurang dari 51 persen di Semen Gresik.
(qom/)










































