Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total impor susu Januari-Maret 2014 mencapai 50,266 ribu ton atau senilai US$ 231,126 juta (Rp 2,3 triliun). Volume impor naik hampir 10% dibandingkan periode volume impor Januari-Maret 2013 sebanyak 46.000 ton.
Sedangkan secara nilai ada kenaikan 40% dari impor periode yang sama tahun lalu US$ 164,6 juta (Rp 1,6 triliun).
Impor susu mengalami tren kenaikan, misalnya pada Januari volume impor susu mencapai 12,087 ribu ton, lalu meningkat pada Februari menjadi 16,770 ribu ton, dan Maret melonjak menjadi 21,408 ribu ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara pemasok susu impor terbanyak ke Indonesia untuk periode Januari-Maret 2014, antara lain Selandia Baru mencapai 12,473 ribu ton dengan nilai US$ 63,438 juta. Disusul oleh AS sebanyak 12,010 ribu ton dengan nilai US$ 52,482 juta. Kemudian di posisi ketiga ada Australia dengan volume 9,377 ribu ton senilai US$ 45,001 juta.
Susu impor juga datang dari Perancis dengan nilai impor US$ 24,017 juta lalu ada juga dari Belgia sebanyak US$ 17,67 juta, dan negara lainnya senilai US$ 28,515 juta.
(hen/hds)











































