Impor Pangan Melonjak, Ini Tanggapan Mendag Lutfi

Impor Pangan Melonjak, Ini Tanggapan Mendag Lutfi

- detikFinance
Senin, 05 Mei 2014 14:17 WIB
Impor Pangan Melonjak, Ini Tanggapan Mendag Lutfi
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menanggapi data impor pangan yang melonjak pada Maret lalu dan selama triwulan I-2014. Impor pangan secara langsung berdampak pada pasokan dan harga yang terjaga hingga mempengaruhi rendahnya inflasi.

"Impor makanan di situ bisa dilihat impor daging dan daging sapi itu naik karena kita sedang memperbaiki suplai ini membaik. Dengan suplai yang membaik ini kita bisa menyelesaikan masalah lain seperti distribusi," ungkap Lutfi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta, Senin (05/05/2014).

Ia mengaku sudah memperkirakan adanya lonjakan impor pangan yang terjadi di bulan Maret 2014. Lutfi mengakui impor pangan yang melonjak mempengaruhi inflasi yang terkendali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya melihat juga bahwa impor pangan ini lumayan dan menjadi struktural, inflasi menurun bahkan deflasi kemarin karena suplai membaik. Ini seperti penyakit, kita harus minum obat tetapi obat bagus atau tidak," tuturnya.

Menurutnya pemerintah tak bisa mengandalkan terus menerus pengendalian inflasi dari pangan impor. Ia berharap produksi pangan dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan domestik.

"Maka suplai makanan impor ini dibilang naik signifikan tetapi perbaikan struktur kita harus lebih baik lagi. Oleh karena itu kebijakan pemerintah untuk kuartal pertama efektif dan di masa mendatang kita dapat memperbaiki struktur lain seperti suplai di dalam negeri," jelasnya.

Berikut beberapa komoditas pangan impor yang melonjak menurut data BPS antara lain :

Impor beras mengalamai lonjakan drastis pada bulan Maret 2014. Dari yang sebelumnya sebesar 2.200 ton atau US$ 1,2 juta pada bulan Februari menjadi 26.867 ton atau senilai US$ 11,2 juta.

Impor bawang putih juga mengalami lonjakan dengan jumlah impor mencapai 52.187 ton, atau senilai US$ 37,7 juta pada Maret. Sementara Februari, impornya 'hanya' sebesar 26.614 ton atau US$ 19,4 juta.

Sementara itu, untuk bawang merah dilaporkan volume impornya mencapai 22.908 ton atau senilai US$ 9,8 juta. Pada Februari, impor bawang merah adalah 14.315 ton atau US$ 6,5 juta.

Kentang impor yang masuk pada Maret sebanyak 4.263 ton atau senilai US$ 3 juta. Sementara pada Januari, impor kentang 'hanya' 100 ton atau US$ 94 ribu. Kemudian pada Februari naik menjadi menjadi 592 ton atau US$ 530 ribu.

Cabai awet sementara diimpor sebanyak 430 ton atau senilai US$ 509 ribu. Jauh lebih tinggi dibandingkan Februari yang 'hanya' 213 ton atau US$ 211 ribu.

Impor kacang hijau pun meningkat cukup drastis pada Maret 2014 dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Februari, impor kacang hijau tercatat sebanyak 6,27 ribu ton yang setara US$ 5,84 juta. Kemudian terjadi peningkatan pesat menjadi 13,96 ribu ton atau US$ 13,76 juta pada Maret.

Β 

Ia menambahkan inflasi seperti penyakit kronis yang membahayakan. Sehingga perlu langkah antisipasi seperti menjaga stok barang/pangan agar tak terjadi kenaikan harga.

"Iya itu kan kenyataannya. kan begini, seperti yang saya katakan mandatnya stabilisasi harga. Kenapa harga mesti stabil supaya tidak terjadi inflator. Inflator ini sangat penting kalau penyakit ini penyakit sangat kronis, jadi kita mau jaga dulu di sana," kata Lutfi.

Selain menjaga inflasi, pemerintah saat ini juga telah melakukan berbagai upaya menjaga kondisi perekonomian di Indonesia. Cara yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi kembali kebijakan fiskal dan moneter.

"Tetapi sekarang kan kita mesti pilih, kayak sakit betulin demamnya dulu atau obatnya diarenya dulu tetapi secara general saya merasa kebijakan fiskal dan moneter Indonesia ini kepada arah yang benar dan di sana inflasinya terjaga," katanya.

Ia menegaskan pelonggaran impor pangan hanya dilakukan sementara untuk meredam inflasi. Pemerintah tetap berkomitmen untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan domestik.

"Tetapi apakah bapak dan ibu merasa saya terganggu dengan masalah impor yg tinggi terutama pangan, saya sangat terganggu. Pada prinsipnya kita ini mesti swasembada, terutama di pertanian," cetusnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads