Indonesia menempati peringkat ke-9 dalam hal optimisme para pelaku usahanya. Negara-negara yang lebih baik dari Indonesia adalah Irlandia (94%), Peru (94%), Uni Emirat Arab (94%), India (89%), Filipina (88%), Selandia Baru (88%), Inggris (83%), dan Swiss (80%).
Optimisme pelaku usaha didasari oleh prospek pertumbuhan yang masih cerah. Ekspektasi kenaikan pendapatan meningkat sekitar 6%, ekspektasi kenaikan ekspor meningkat 6%, ekspektasi lapangan kerja baru juga naik 1%, dan ekspektasi perbaikan laba naik 6%.
Jumlah pengusaha yang menilai masih adanya kekurangan tenaga kerja ahli, infrastruktur transportasi, ketidakpastian ekonomi, kenaikan biaya energi, dan fluktuasi nilai tukar berkurang lebih dari 5%.
Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia, menyatakan bahwa data-data tersebut mencerminkan ekonomi tetap kinclong di tengah dinamika politik 2014. "Pileg telah berjalan lancar, dan ini menunjukkan lingkungan yang pro terhadap bisnis. Inilah yang juga berkontribusi terhadap peningkatan optimisme dunia usaha," katanya dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Investor, lanjut Johanna, kembali 'jatuh cinta' terhadap Indonesia dan terbukti dari realisasi penanaman modal yang mencapai Rp 106,6 triliun pada kuartal I-2014.
Dalam survei ini, Grant Thornton mewawancarai 6.700 CEO, direktur, dan eksekutif-eksekutif lainnya di berbagai perusahaan. Wawancara dilakukan pada Februari 2014.
Β
(hds/hds)











































