Selain itu, Garuda juga berencana merekrut beberapa eks pilot Merpati yang saat ini masih menganggur pasca Merpati berhenti operasi. Garuda masih mengkaji beberapa rute eks Merpati yang siap dilayani perseroan.
"Kita lagi mau minta rutenya jadi ada beberapa rute-rutenya mau kita ambil dan akan kita layani," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar usai bertemu Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Untuk menerbangi rute-rute pendek eks Merpati, Garuda akan memakai pesawat baling-baling ATR 72-600 bermesin propeller. Pesawat tersebut telah bersertifikasi internasional antaralain dari AS (FAA).
"Kita tidak bisa pakai pesawat yang sertifikasinya non FAA, ada tipe yang tidak bisa pakai (punya Merpati)," jeasnya.
Rencananya tahun 2014, Garuda akan membuka sekitar 6 rute-rute domestik baru untuk jarak pendek. "Tahun ini masuk 6, tapi saya tidak ingat schedule-nya karena ini kan destinasi baru jadi mesti kita alokasikan," sebutnya.
Garuda juga menjajaki merekrut eks pilot Merpati, alasannya karena para penerbang Merpati memiliki jam terbang tinggi. "Tentu kita selalu terbuka, direktur operasi kita sama direktur operasi Merpati sudah banyak bicara, jadi itu saja sebetulnya," katanya.
(feb/hen)










































