Pengusaha nasional dan juga Presiden Direktur PT Saratoga Sedaya Investama Tbk Sandiaga Uno mendukung pemenuhan upah layak bagi kaum pekerja. Tapi ada syaratnya.
"Kami mendukung, teman-teman sektor ketengakerjaan upah layak, tapi kami harapkan produktivitas meningkat," kata Sandi saat rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Saratoga Sedaya di Tempo Scan Tower, Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Permintaan para buruh harus diikuti juga kinerja yang baik terhadap perusahaan. Sandi mengaku Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga dalam hal daya saing.
"Tapi kita sadari produktivitas dan daya saing kita tertinggal dengan negara tetangga," sebutnya.
Sebelumnya serikat buruh kembali menuntut penambahan jumlah komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) untuk perhitungan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2015. Mereka mendesak jumlah KHL bertambah dari 60 item yang berlaku sekarang menjadi 84 item.
Komponen yang akan ditambah dan dimasukan ke dalam KHL yang baru adalah mulai dari biaya untuk membeli koran, kebutuhan pulsa hingga parfum dan lainnya.
"Soal KHL, satu contoh kita masukkan koran sebagai satu kebutuhan buruh. Lalu pulsa kita tidak menutup mata semua buruh punya handphone. Itu semua kebutuhan. Lalu buruh minta parfum, kan manusia masa tidak punya parfum tetapi jangan dilihat mereknya Gucci. Jadi saya pikir 60 menjadi 84 item itu adalah hal yang wajar," ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea beberapa waktu lalu.
(feb/dnl)











































