Minta TV Hingga Uang Nonton Bioskop, Ini Alasan Presiden Buruh

Minta TV Hingga Uang Nonton Bioskop, Ini Alasan Presiden Buruh

- detikFinance
Rabu, 07 Mei 2014 14:13 WIB
Minta TV Hingga Uang Nonton Bioskop, Ini Alasan Presiden Buruh
Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memberikan penjelasan alasan buruh meminta penambahan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 60 item menjadi 84 item terkait penentuan upah minimum 2015. Salah satu item baru yang diajukan buruh adalah penambahan komponen upah untuk membeli TV LED 19 inci dan uang nonton bioskop 2 kali dalam setahun.

"Alasannya adalah pola hidup dan taraf hidup buruh sudah harus meningkat," kata Said kepada detikFinance, Rabu (7/05/2014).

Ia menjelaskan di tahun 1982 parameter komponen yang diberikan buruh berupa Kebutuhan Fisik Minimum (KFM) mencantumkan radio 2 band sebagai dasar kebutuhan sekunder para buruh.

Semakin berkembangnya zaman, radio mulai disingkirkan dengan keberadaan televisi. Maka dari itu, buruh melakukan survei dan menyebarkan kuisioner di 12 provinsi di Indonesia pada tahun 2012.

"Yang namanya seiring waktu, maka dinamika indeks harga konsumen berubah. Apa yang dibutuhkan seiring waktu akan meningkat. Kalau tahun 1982 radio 2 band, 30 tahun kemudian naik menjadi televisi," imbuhnya.

Ia menambahkan, jenis TV yang dihitung ke dalam KHL baru nanti, tidak harus tipe LED. Jenis TV LED didapat karena mayoritas buruh menjawab TV LED di dalam survei yang dilakukan KSPI. Faktornya adalah mayoritas buruh terutama di Jabodetabek sudah menggunakan TV LED.

"TV LED ini salah satu contoh di Jabodetabek karena 60% buruh sudah menggunakan TV LED. Tetapi kalau di daerah lain bisa dihitung dengan TV tabung China. Item TV-nya perlu tetapi kualitas TV nya tergantung yang ada di daerah," katanya.

Sementara itu, hal yang sama juga menjadi dasar yang kuat buruh meminta uang untuk nonton bioskop 2 kali dalam setahun.

"Sama alasan, tahun 1982 bioskop belum terlalu ngetop di kalangan para buruh. Maka hiburan yang ada di tahun tersebut hanya sekedar baca koran. Tetapi seiring waktu kebutuhan itu dinamis. Tetapi catatan tidak harus nonton di bioskop 21 tetapi ada bioskop rakyat," jelasnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads