PT Citra Marga Nusaphala lewat anak usahanya PT Citra Waspphutowa, bersama PT Waskita Karya melakukan acara pencanangan Jalan Tol Desari. Di lokasi acara tak terlihat alat berat, hanya ada tenda tempat kegiatan acara.
Pencanangan ini sebagai titik awal akan dimulainya pembangunan tol dengan total panjang 22 Km.
"Dengan adanya pencanangan ini mengartikan bahwa pembangunan tol yang menghubungkan tiga kota ini dapat segera direalisasikan," kata Direktur Utama PT Citra Waspphutowa Tri Agus Priyanto di lokasi pencanangan, Kamis (8/5/2014).
Proyek tol Antasari-Depok pembangunannya dibagi dalam dua seksi. Pembangunan seksi I yaitu ruas Antasari-Sawangan sepanjang 12 Km, mencakup seksi IA sepanjang 6,85 Km (Antasari-Krukut), seksi I B sepanjang 6,3 Km (Krukut-Sawangan). Kemudian Seksi II, ruas Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 Km.
"Tahap pertama ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2016 dan untuk tahap dua diharapkan dapat beroperasi sebelum tahun 2024," tandas dia.
Sementara itu, Dirjen Bina Mirga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengaku miris dengan kenyataan proyek tol Desari yang belum sampai tahap konstruksi.
"Saya masih miris, pencanangan ini dilakukan di tengah pembebasan lahan yang belum optimal masih 25% lagi, tapi diharapkan dengan pencanangan ini bisa menjadi langkah nyata supaya pembebasan lahan sisanya bisa cepat lagi," katanya.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan Tol Depok-Antasari selesai pada 2015 untuk seksi I. Jadwal tersebut merupakan target baru setelah target awal selesai 2014 tak mungkin bisa dipenuhi.
"Sejak awal memang proyek ini sudah tersendat. Proyek ini baru mulai 2011 padahal sudah dijadwalkan sejak 2006," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Ahmad Ghani Gazali beberapa waktu lalu.
Harga tanah di jalan tol sepanjang 12 Km tersebut sudah naik tajam akibat proyek molor. Akibat keterlambatan proyek ini, nilai investasi tol Depok-Antasari mengalami lonjakan hingga dua kali lipat yakni sebesar Rp 4,767 triliun dari sebelumnya Rp 2,515 triliun.
Dana tersebut diperuntukan bagi pembangunan seksi I Antasari-Sawangan dengan dana sebesar Rp 3,073 triliun. Sementara untuk seksi II dari Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 kilometer membutuhkan dana sekitar Rp 1,694 triliun. Pembangunan seksi I seharusnya selesai pada 2009 lalu. Saat ini progres pembebasan lahan Seksi I dari total 12 Km dibebaskan sekitar 20-30% saja.
PU akan memberi suntikan bantuan land caping atau pembebasan lahan sebesar Rp 2 triliun untuk dua seksi.
Pembebasan lahan proyek tol ini menggunakan UU No. 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Kepentingan Umum. Peraturan ini berlaku setelah tahun 2014 untuk proyek yang dicanangkan sebelum 2012.
Di wilayah Depok, tol ini akan membebaskan 3.213 bidang tanah di delapan kelurahan. Terdiri dari 436 bidang di Kelurahan Pangkalan Jati, 98 di Gandul, 720 di Krukut, 402 di Grogol, 327 di Rangkapan Lama, 572 di Rangkapan Jaya Baru, 375 di Cipayung, dan 278 di Cipayung Jaya.
Sedangkan di wilayah Jakarta Selatan, pembebasan akan mencakup 690 bidang tanah di lima Kelurahan. Rinciannya, 463 bidang tanah di Cilandak Barat, 38 di Cilandak Timur, 101 di Pondok Labu, 80 bidang tanah di Ciganjur, dan 8 di Cipedak.
(hen/hen)











































