Realisasi MP3EI Tak Sampai 50%, Ini Kata Hatta

Realisasi MP3EI Tak Sampai 50%, Ini Kata Hatta

- detikFinance
Kamis, 08 Mei 2014 12:47 WIB
Realisasi MP3EI Tak Sampai 50%, Ini Kata Hatta
Jakarta - Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sudah berjalan sejak Mei 2011. Dari target yang sebesar Rp 2.000 triliun, hingga kuartal I-2014 realisasinya adalah Rp 838,9 triliun. Masih kurang dari setengahnya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan banyak proyek besar yang saat ini masih terkendala. Di antaranya adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang Jawa Tengah dan Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat.

"Ada beberapa project yang mengalami hambatan, yang kita perkirakan bisa diatasi pemda. Tapi ada juga beberapa yang dampak sosial yang perlu mendapatkan perhatian khusus, misalkan PLTU Batang dan Cilamaya," kata Hatta usai rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Menurutnya, proyek tersebut baru bisa berjalan dalam beberapa bulan ke depan sehingga belum terhitung pada realisasi MP3EI per kuartal I/2014.

"Seperti Cilamaya. Mungkin groundbreaking baru 2015," ujarnya.

Hatta mengatakan target Rp 2.000 triliun adalah jangka pendek, berdasarkan komitmen dari investor. Pemerintah sendiri tetap menargetkan Rp 4.000 triliun sampai 2020.

"Project kita itu Rp 4.000 triliun sampai dengan 2020. Yang sudah selesai sekitar Rp 800 triliun lebih, artinya ada sebagian," kata Hatta.

Berikut rincian realisasi MP3EI per kuartal I-2014:
1. Proyek infrastruktur Rp 397,7 triliun dengan total 204 proyek
a. Bersumber dari :


  • APBN Rp 131,67 triliun
  • BUMN Rp 153,2 triliun
  • Swasta Rp 53,89 triliun
  • Campuran Rp 89,2 triliun

b. Tersebar di :


  • Sumatera Rp 55,63 triliun
  • Jawa Rp 217 triliun
  • Kalimantan Rp 57,1
  • Sulawesi Rp 22,5 triliun
  • Bali dan Nusa Tenggara Rp 17,54 triliun
  • Papua dan Maluku Rp 27,15 triliun

2. Sektor rill Rp 441,2 triliun dengan total 174 proyek
a. Bersumber dari :


  • APBN Rp 563 miliar
  • BUMN Rp 67,6 triliun
  • Swasta Rp 294,1 triliun
  • Campuran Rp 78,97 triliun

b. Tersebar di :


  • Sumatera Rp 77,6 triliun
  • Jawa Rp 78,63 triliun
  • Kalimantan Rp 120,1 triliun
  • Sulawesi Rp 47,8 triliun
  • Bali dan Nusa Tenggara Rp 36,3 triliun
  • Papua dan Maluku Rp 81,2 triliun
Pemerintahan Baru
Hatta juga berharap presiden dan pemerintahan mendatang bisa melanjutkan program tersebut.

"Menurut pandangan saya, ini adalah masterplan yang baik. Ini complementary dari pembangunan jangka panjang kita," tutur Hatta.

MP3EI dirancang oleh pemerintah dengan mengikutsertakan dunia usaha, baik swasta maupun BUMN. Tujuannya adalah menjaga arah pembangunan agar lebih tertata dalam jangka panjang.

Hatta menilai ini masih layak untuk dilanjutkan. Apalagi melihat kebutuhan negara akan infrastruktur yang menjadi salah satu poin dari MP3EI.

"Jadi kalau pun nanti presiden terpilh mengacu pada visinya, RPJM-nya, saya kira akan tetap relevan dengan yang ada di MP3EI. Ini mengakselerasi, memeratakan dan memperluas," papar Hatta.

Namun jika pemerintahan mendatang ingin perubahan, Hatta menilai juga tidak masalah. Asalkan esensi dari MP3EI tidak dihapuskan.

"Ingat esensi dari pembangunan, continuity. Kalau mau diubah boleh-boleh juga," sebutnya.
(mkl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads