Lonjakan Kereta Pakai Rel Ganda Berpotensi Ganggu KRL, Ini Langkah PT KAI

Lonjakan Kereta Pakai Rel Ganda Berpotensi Ganggu KRL, Ini Langkah PT KAI

- detikFinance
Jumat, 09 Mei 2014 12:32 WIB
Lonjakan Kereta Pakai Rel Ganda Berpotensi Ganggu KRL, Ini Langkah PT KAI
Jakarta - Dampak adanya jalur ganda Kereta Api (KA) Jakarta-Surabaya dipekirakan frekuensi perjalanan kereta api jarak akan meningkat 100%. Hal ini bisa berdampak buruk bagi perjalanan KRL Jabodetabek yang masih berbagi rel dengan kereta jarak jauh.

Kepala Humas PT KAI (Persero) Sugeng Priyono menjelaskan pihaknya beserta pemerintah sedang membuat sistem baru perjalanan kereta api untuk mengantisipasi terganggunya perjalanan KRL Jabodetabek.

"Jadi begini simultan jalur ganda ini setelah diresmikan dan bisa digunakan angkutan KA bisa lebih lancar, kapasitas perjalanan kereta api meningkat tetapi waktu tempuh tidak signifikan berkurang. Tetapi kita buat sistem baru agar tidak mengganggu KRL Jabodetabek," kata Sugeng kepada detikFinance, Jumat (9/05/2014).

Menurut Sugeng, sistem baru ini dinamakan Grafik Perjalanan Kereta Api (GPK). Di dalam sistem ini diatur kereta api jarak jauh diharuskan masuk ke stasiun-stasiun kereta di Jakarta sebelum jam 6 pagi. Dengan sistem ini, harapannya perjalanan KRL Jabodetabek tidak terganggu.

"Dengan adanya jalur ganda itu per 1 Juni 2014, maka skema KA yang masuk dan keluar sesuai dengan kesibukan mobilitas KRL Jabodetabek. Jadi KA dari luar kota harus masuk sebelum jam 6 pagi. Jadi dia (KA) harus sudah masuk ke Jakarta sebelum jam 6 pagi," tuturnya.

Dengan begitu, arus lalu lintas kereta api dapat dikontrol dan tidak sama sekali mengganggu layanan jasa KRL.

"Sekarang ini kan berbarengan kereta api jarak jauh dan KRL masuk bersamaan. Nanti mulai 1 Juni 2014 semua KA jarak jauh harus masuk ke Jakarta sebelum jam 6 pagi. Jadi lalu lintas kereta api tidak crowded pada jam sibuk. Hari Senin kita launching sistem ini," jelasnya.

Selama ini untuk jalur KRL di sekitar Jabodetabek terutama Bekasi harus berbagi dengan jalur kereta jarak jauh antar kota. Keberadaan jalur ganda Jakarta-Surabaya dipastikan akan mendorong frekuensi kereta jarak jauh yang secara langsung akan berdampak pada pemanfaatan jalur KRL. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi PT KAI untuk mengatur lalu lintas KRL dan kereta jarak jauh.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads