Pada 14 April lalu, kelompok teroris Boko Haram merangsek sebuah sekolah putri di Kota Chibok, Borno, Nigeria. Sebanyak 276 siswi diculik dan tak diketahui rimbanya. Beberapa hari setelahnya, dua ledakan bom dan serangan ke sebuah desa menewaskan ratusan orang.
Sementara itu, Nigeria kemudian menghelat sebuah konferensi ekonomi kelas dunia. Ribuan pemimpin bisnis dan pejabat pemerintahan berkumpul dalam World Economic Forum di Abuja, ibukota Nigeria, pada pekan lalu.
Forum ekonomi itu membahas bagaimana menumbuhkan perekonomian Afrika dan meningkatkan perekonomian rakyat di benua tersebut. Nigeria dipilih karena negeri ini bangkit menjadi raksasa baru di benua Afrika, menggeser Afrika Selatan selaku ekonomi terbesar di benua itu.
βNigeria itu ekonomi terbesar di Afrika, mereka juga menggelar World Economic Forum pada saat situasi keamanan sedang panas-panasnya, ini hal yang kontras sekali di Nigeria,β kata Elizabeth Donnelly, peneliti di Chatham House, sebuah lembaga think tank dari London.
Tapi Boko Haram telah menjadi momok bagi Nigeria selama lima tahun terakhir. Di sisi lain, kemiskinan dan pengangguran pun masih membelit Nigeria.
Boko Haram telah membunuh lebih dari 4.000 orang tanpa pandang bulu, termasuk anak-anak sekolah. Pada 14 April lalu mereka menculik ratusan siswi dari Chibok. Pada bulan yang sama, puluhan orang tewas dalam serangan bom di sekitar Abuja.
Ketika konferensi ekonomi besar itu digelar, ratusan orang berunjuk rasa di luar gedung. Mereka memprotes ketatnya pengamanan dan masifnya jumlah pasukan keamanan yang ditugaskan mengawal forum itu, sementara ratusan siswi masih terjebak bersama penculiknya, entah di mana.
Para pengunjuk rasa mengingatkan pemerintah supaya tak abai terhadap nasib siswi-siswi yang diculik itu. Pun terhadap kasus-kasus kekerasan yang melibatkan Boko Haram.
βSaya pikir, World Economic Forum adalah simbol bahwa kehidupan tak bisa dihentikan,β kata Ojonwa Miachi, salah seorang pengunjuk rasa, pada pekan lalu. βBangsa ini harus tetap melangkah, tapi bangsa ini juga harus tetap mencari anak-anak gadisnya.β
Mampukah Si Raksasa Afrika ini menjawab tantangan itu? Bagaimana pula nasib siswi-siswi sekolah yang diculik? Benarkah mereka sudah dijual dan benarkah ada pasar perdagangan manusia di Nigeria? Simak laporan khusus detikFinance edisi hari ini.
(DES/DES)











































