Siapa yang Tepat Gantikan Hatta Sebagai Menko Perekonomian?

Siapa yang Tepat Gantikan Hatta Sebagai Menko Perekonomian?

- detikFinance
Selasa, 13 Mei 2014 17:52 WIB
Siapa yang Tepat Gantikan Hatta Sebagai Menko Perekonomian?
Jakarta - Mundurnya Hatta Rajasa sebagai Menteri Kordinator Perekonomian menyisakan kekosongan posisi selama beberapa bulan mendatang. Sementara masih ada agenda ekonomi yang mesti dijalankan.

Siapa yang cocok menggantikan Hatta?

Deputi Bidang Kerjasama Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan sosok yang tepat adalah yang mengetahui seluk beluk ekonomi secara keseluruhan. Mulai dari ekonomi secara makro sampai dengan mikro.

"Menko harus orang yang mengetahui seluk beluk ekonomi," ungkap Rizal di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Ini dikarenakan waktu yang tersisa sangat pendek. Hanya berkisar 3-5 bulan ke depan. Sehingga tidak memungkinkan jika Menko Perekonomian berikutnya adalah sosok yang masih butuh proses belajar.

"Karena waktu yang tersisa sangat pendek hanya 5 bulan, sehingga jangan orang yang butuh proses untuk belajar lagi," sebutnya.

Selain itu pengisi posisi tersebut juga harus teruji secara pengalaman. Sehingga ketika jabatan diserahkan, maka program-program yang sudah ada tinggal berjalan. Meskipun ada beberapa yang bisa disempurnakan.

"Harus orang yang ibaratnya sudah harus lari, sudah tahu seluk beluk dan dia senior, langsung bisa jalan. Kalau itu harus belajar lagi, ya habislah waktunya," ungkap Rizal.

Pada kesempatan yang sama, Staff Ahli Menko Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pengganti Hatta adalah orang yang dekat dengan pemerintahan. Sehingga tidak kaget dengan program yang sudah ada.

"Harusnya kan mengawasi ekonomi dari jarak yang cukup dekat. Jadi harusnya tidak kaget dari program yang ada, ada mungkin yang bisa di adjust, tapi nggak banyak," tukas Purbaya.

Hatta dinilai punya peran penting dalam perkembangan perekonomian negara dalam 5 tahun terakhir. Terutama saat menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke 10.

"Itu kan bukan tiba-tiba diem tidur terus jadi ekonomi terbesar kesepuluh tapi atas kerja keras seluruh bangsa. Tentu Pak Menko peranannya sebagai komandan di bidang ekonomi, besar peranannya," kata Rizal.

Menurutnya, Hatta punya program-program yang sangat tepat. Seperti dalam ketahanan pangan, dengan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga. Ini diwujudkan dengan bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah daerah.

Kemudian adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya mendekatkan akses keuangan kepada masyarakat dan pengembangan sistem logistik nasional secara komperhensif.

Selanjutnya adalah program-program pembangunan infrastruktur yang ada pada Master Plan Percepatan Pembangunan Indonesia (MP3EI).

"Itu adalah semua ide-idenya beliau apalagi MP3EI, baby-nya beliau. Banyak hal positif dan kalau dilihat capaian Indonesia saat ini ekonomi terbesar 10," sebutnya.

Melalui Hatta, Indonesia juga memiliki porsi yang besar dalam perekonomian regional. Di samping juga penjagaan kestabilan potik.

"Indonesia dipandang penting dalam proses semua itu. Pembangunan di kawasan, kan 40%0nya kan Indonesia ekonomi dan pembangunannya adalah Indonesia. Bagaimana di bawah kepemimpinan yang saat ini indonesia patut diperhitungkan dan disegani," papar Rizal.

"Indonesia menjadi anggota APEC, ASEAN, G20 dan satu-satunya negara yang menjadi ketiga-tiganya, itu yang patut dibanggakan. Dan itu posisi yang harus dimainkan siapapun menkonya maupun pemerintahan yang akan datang," tukasnya.

Kenangan Para Anak Buah di Kemenkoperek

Pada kesempatan yang sama Rizal menyampaikan kesan dan kenangannya selama dipimpin oleh Hatta. Di mata Rizal, Hatta adalah sosok yang ramah dan dekat dengan anak buahnya seperti asisten, deputi, eselon II dan para staf.

"Beliau kan kebapakan, tidak grasa grusu. Ya tadi kita merasakan mixed feeling antara kita kehilangan figur beliau sebagai pimpinan di kantor Kemenko dan sekaligus perasaan bangga katakanlah bukan menjadi bapak kita di kantor Menko tapi menjadi bapak bangsa dalam kapasitasnya nanti," kata Rizal.

Rizal dan rekan mendukung apa yang menjadi keputusan Hatta meskipun awalnya mereka berharap Hatta bisa memimpin hingga akhir kabinet. Selaku bagian dari birokrasi dan institusi, kegiatan di Kemenko Perekonomian tetap jalan apa pun yang terjadi dengan pimpinan. Dia dan rekannya siap melanjutkan tugas yang belum selesai.

"Saya kira itu message yang sangat penting dan sangat kuat untuk diteruskan oleh struktur dari pejabat yang ada di kantor Menko. Ini kan tadi rapatnya eselon 1 dan eselon 2, itulah motor dari lembaga Kemenko Perekonomian, tidak bergantung pada siapa pun. Memang selama ini kita tetap bekerja dan siapa pun nanti menteri pengganti dari presiden kita akan tetap bekerja sampai akhir masa pemerintahan saat ini," ucap Rizal.

Rizal mengungkapkan, saat perpisahan tadi Hatta berpesan agar dalam masa transisi ini prioritas-prioritas pemerintahan tetap dilaksanakan di kantor Kemenko Perekonomian. Misalnya mengenai ketahanan pangan dan infrastruktur.

Rizal juga memaparkan hal-hal yang telah dilakukan Hatta dan timnya untuk memajukan perekonomian Indonesia. Misalnya soal solusi pengendalian inflasi, program inklusif di bidang keuangan untuk KUR, dan soal penurunan handling terminal kargo.

"Itu adalah semua ide-idenya beliau apalagi MP3I. Banyak hal positif dan kalau dilihat capaian Indonesia saat ini ekonomi terbesar ke-10. Itu juga bukan tanpa perjuangan kita semua. Kan bukan istilahnya taken for granted, kan bukan tiba-tiba diam tidur terus jadi ekonomi terbesar ke-10 tapi atas kerja keras seluruh bangsa. Tentu Pak Menko peranannya sebagai komandan di bidang ekonomi, besar peranannya," kata Rizal.

"Banyak yang menjadi legacy, tinggalan beliau dari saat memimpin di sini," tambahnya.

Soal pengganti Hatta, dia berharap harus orang yang mengetahui seluk beluk ekonomi mengingat sisa waktu jabatannya yang hanya 5 bulan.

"Harus orang yang ibaratnya sudah harus lari, sudah tahu seluk beluk dan dia senior, langsung bisa jalan. Kalau itu harus belajar lagi, ya habislah waktunya," kata Rizal.


(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads