Geopark diartikan sebagai sumber daya bumi baik keindahan alam hayati maupun bentang alam, yang dikonversi menjadi kawasan pariwisata bernilai tambah.
"Kita baru punya satu yaitu Batur/Kintamani yang tercatat sebagai geopark di UNESCO. Tiongkok sudah punya 21 salah satunya Kuilin," ungkap Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, saat membuka acara rapat koordinasi dengan para perwakilan gubernur/bupati di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/05/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tahun 2006 kita punya nol geopark kita (tidak punya). Saya berpikir Kintamani (Batur) bisa dibukukan ke UNESCO. Pulang dari Kuilin tahun 2006 saya panggil dirjen saya untuk usulkan geopark ke UNESCO. Minta diundang Sukhyar saat itu staf ahli di Kementerian ESDM. Saat itu saya Menteri Pariwisata dan saya usulkan 5 geopark yaitu Batur, Toba, Sewu, Rinjani, Merangin. Yang memenuhi syarat hanya Batur di tahun 2012. Perjuangannya setengah mati," tuturnya.
Dicatatnya satu kawasan geopark di UNESCO, maka dampaknya positif dan menguntungkan bagi negara tersebut. Salah satunya adalah peningkatan pendapatan devisa negara karena kunjungan turis dipastikan yang meningkat. Kemudian otomatis akses ekonomi bagi masyarakat sekitar akan terbuka.
"Wisatawan senang melihat pemandangan indah. Di sana ada uang dan devisa yang banyak. Ada pedagang, restoran, guide, di sanalah kesejahteraan rakyat itu tercipta," jelasnya.
(wij/dnl)











































