Geopark merupakan sumber daya bumi baik keindahan alam hayati maupun bentang alam. Sebanyak 5 kawasan geopark baru yaitu Toba (Sumatera Utara), Merangin (Jambi), Gunung Sewu (Jawa Timur), Raja Ampat (Papua), dan Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat).
"Ada 5 tambahan, semua setuju bila geopark ini menguntungkan," ungkap Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik saat membuka acara rapat koordinasi dengan para perwakilan gubernur/bupati di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/05/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah jalan dan dimasukkan UNESCO. Sekarang UNESCO bolak balik ngecek karena dilihat kesiapan bagaimana. Batur 2006, 2012 awardnya keluar. Itu yang pertama biasanya pertama dan kedua lebih mudah. Sama seperti batik, angklung, wayang, keris tadinya sulit sekarang mudah sudah tahu jalannya," tuturnya.
Jero mengakui ada banyak keuntungan yang didapat bila geopark yang ada di Indonesia didaftarkan ke UNESCO. Menurut data Kementerian ESDM, Geopark Batur yang tercatat di UNESCO tahun 2012 saat ini mempunyai pendapatan dari sektor pariwisata per tahun mencapai US$ 2,1 juta hingga US$ 2,4 juta atau sama dengan pendapatan dari Langkawi Geopark di Malaysia.
Sementara itu, salah satu geopark di Tiongkok yaitu Mount Taishan Geopark saat ini mempunyai pendapatan US$ 90 juta/tahun dari yang awalnya hanya US$ 3 juta.
"Mau motret matahari terbit saja sudah jadi devisa. Prinsipnya semua bupati dukung tidak? Kalau dukung kita jalan, kalau tidak kita tinggal," cetusnya.
(wij/hen)











































