Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan, rel ganda ini akan meningkatkan frekuensi perjalanan kereta api, untuk penumpang atau barang, sebanyak 50% di Pulau Jawa.
Ada sejumlah antisipasi yang telah disiapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonan mengatakan, KAI akan meningkatkan kualitas prasarana yang bertujuan mengurangi gangguan di rel dan persinyalan. Lalu mengantisipasi longsoran, perlintasan liar, serta meningkatkan kualitas rel sehingga kecepatan bisa optimal.
"Kami juga meningkatkan disiplin seluruh awak KA dan jajaran operasi, mulai PPKA, KP, PAP, para Kepala Stasiun, PKOC, dan unit kerja pengaturan Crew KA," jelas Jonan.
Kemudian, KAI juga mendorong percepatan lokasi bongkar muat barang untuk kereta logistik di Jawa. BUMN kereta ini juga akan meningkatkan keandalan dan kualitas seluruh sarananya.
"Ini (meningkatkan keandalan dan kualitas seluruh sarananya) sulit sekali dicapai, perlu dedikasi tanpa batas, perlu manusia manusia yang tidak rewel karena kerja lembur akibat dari kebobrokan perawatan sarana di masa lalu," tegas Jonan.
PT KAI juga akan meningkatkan keamanan di atas kereta, kenyamanan tanpa asongan dan perokok adalah harga mati.
"Akhirnya, kesigapan dan kreativitas jajaran Komersial yang proaktif membuka pasar baru dan melayani dengan lebih baik menjadi wajib," jelas Jonan.
Bahkan, Jonan mempersilakan pegawainya untuk minta pindah ke unit kerja lain kalau tidak sanggup. Dia menyampaikan, jajaran pegawai komersial diperuntukkan bagi personel yang berkreativitas tinggi dalam menciptakan pasar baru dan pelayanan prima.
(dnl/hen)











































