Pengusaha Hotel Senang Banyak Hari 'Kejepit'

Pengusaha Hotel Senang Banyak Hari 'Kejepit'

- detikFinance
Kamis, 15 Mei 2014 14:05 WIB
Pengusaha Hotel Senang Banyak Hari Kejepit
Jakarta - Banyaknya hari 'kejepit' yang terjadi, seperti hari libur Waisak hari ini dan dua pekan ke depan, membuat pengusaha hotel senang. Permintaan kamar hotel diperkirakan naik meskipun di setiap daerah tujuan wisata berbeda-beda.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jhonnie Sugiarto menyebutkan pada saat liburan Waisak tingkat hunian kamar (okupansi) di kawasan resort Indonesia Barat seperti Bukit Tinggi, Bangka Belitung, dan Pacitan melonjak tinggi hingga 90% dari hari biasanya yang hanya sebesar 60%.

"Untuk pengusaha di bidang pariwisata senang, adanya liburan ini bagus, jadi ada kenaikan. Pengusaha hotel, agen perjalanan jadi senang deh," katanya saat dihubungi detikFinance, Kamis (15/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain hari ini, pada Selasa tanggal 27 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Isra Miraj juga hari libur nasional, lalu disusul pada Kamis 29 Mei bertepatan dengan Kenaikan Yesus.

Jhonnie mengakui untuk liburan dua pekan ke depan belum banyak pemesanan kamar hotel terutama untuk wilayah Indonesia Barat, namun ia yakin akan ada peningkatan pemesanan kamar dua pekan ke depan karena ada 2 hari libur kejepit

β€œMinggu ini tinggi karena hari libur kejepit Kamis libur, terus mereka ngambil off di Jumat. Dari Rabu sore mulai ramai sampai Minggu, jadi mereka lebih banyak ngambil off atau cuti dari kantor, daerah resort justru ramai, hari biasanya tingkat hunian hanya 60% ini bisa sampai 90%,” katanya.

Menurutnya, hari libur menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu masyarakat kota mengambil kesempatan untuk bisa berlibur. Biasanya, masyarakat yang datang berlibur ke daerah kebanyakan berasal dari Jakarta dan Bandung.

β€œKenapa ramai karena mereka tadinya kerja ingin berlibur. Jumat kejepit jadi mereka minta cuti, mereka punya kesempatan bisa jalan-jalan ya dimanfaatkan. Rata-rata dari kota ke daerah, wisatawan dari Jakarta dan Bandung,” tuturnya.

Jhonnie menambahkan, saat ini masyarakat kelas menengah Indonesia sudah semakin meningkat sehingga layanan kamar hotel premium sekali pun tetap saja diburu meskipun dibanderol dengan harga tinggi.

Untuk hotel budget rata-rata per malamnya mencapai Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu, kelas menengah mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta per malam, sementara untuk kelas premium dibanderol Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta per malam.

β€œHampir semua hotel budget penuh, berbintang juga penuh karena kemampuan belanja masyarakat Indonesia cukup bagus, kesadaran refreshing juga meningkat, jadi baik yang hotel budget maupun yang premium semua penuh,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah Bali Perry Markus menyebutkan, pada liburan panjang (long weekend) dua pekan ke depan, diperkirakan tingkat hunian kamar hotel di Bali bakal melonjak hingga 10-15% dari saat ini yang mencapai 50-60%.

Diperkirakan akan ada kenaikan okupansi menjadi 70% karena banyak tanggal merah. Namun untuk libur Waisak hari ini, pemesanan kamar hotel di Bali relatif stagnan.

(drk/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads