Tingkat hunian atau okupansi di hotel-hotel dan resor di wilayah tujuan wisata akan mengalami kenaikan pada hari libur 'kejepit' seperti 15, 27, dan 29 Mei 2014. Kondisi berlawanan justru terjadi pada hotel-hotel yang berlokasi di pusat bisnis di daerah.
Wakil Ketua DPP Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jhonnie Sugiarto mengungkapkan hotel di pusat-pusat bisnis seperti di Sawahlunto, Sumatera Barat dan Martapura Kalimantan Selatan justru sepi pengunjung.
“Hotel di daerah-daerah bisnis justru sepi karena orang pada meninggalkan daerah tersebut untuk liburan. Area yang sepi itu di Sawahlunto, Sumatera Barat, itu di tengah kota. Di Martapura, juga sepi,” kata Jhonnie kepada detikFinance, Kamis (15/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Biasanya di daerah tersebut rata-rata okupansinya 60%, sekarang menurun sepi hanya 40%,” katanya.
Hal yang sama juga terjadi di Kota Martapura, Kalimantan Selatan. Tingkat hunian hotel di wilayah yang jadi sentra intan tersebut anjlok dari 60% di hari biasa menjadi 38% di hari libur seperti Waisak hari ini.
“Karena semua orang bisnis yang pada kerja pada ke luar buat liburan. Kenapa karena mereka tadinya kerja ingin berlibur. Jumat kejepit jadi mereka minta cuti, mereka punya kesempatan bisa jalan-jalan,” katanya.
(drk/hen)











































