Menteri Perindustrian MS Hidayat justru tidak terlalu ambil pusing dengan gaji yang didapatnya sebagai menteri yang hanya Rp 19 juta per bulan plus tunjangan. Sebagai pengusaha properti, Hidayat mengaku kehidupannya sudah tercukupi dari bisnisnya.
"Kalau saya pribadi karena saya pengusaha, saya sudah 30 tahun jadi pengusaha, terakhir saya jadi Ketum Kadin mengatur ribuan perusaahaan. Saya hidup cukup settled di swasta," kata Hidayat saat ditemui detikFinance di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (14/5/2014).
Hidayat memang memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Real Estate Indonesia, Ketua Umum Kadin, dan juga menjadi Direktur Utama perusahaan properti.
"Sejak diangkat menteri, Saya sama sekali tidak mengharapkan mendapatkan fasilitas, karena saya bisa medapatkan itu sendiri," jelasnya.
Hidayat mengaku tidak mengetahui pasti rincian gaji yang diterimanya. Dia pun diberikan fasilitas seperti rumah dinas, mobil dinas dan tunjangan operasional lainnya.
"Ada operasional lain yang harus saya pertanggungjawabkan, tapi saya nggak pakai. Saya tinggal di rumah sendiri, saya pakai mobil sendiri, kadang hari minggu saya datang ke rumah dinas," katanya.
Ia juga mengaku, pendapatannya sebagai pengusaha jauh lebih besar ketimbang dari gaji seorang menteri.
(zul/ang)











































