Gaji Menteri Rp 19 Juta, Ada yang Protes, Cuek, dan Disumbangkan

Gaji Menteri Rp 19 Juta, Ada yang Protes, Cuek, dan Disumbangkan

- detikFinance
Jumat, 16 Mei 2014 10:35 WIB
Gaji Menteri Rp 19 Juta, Ada yang Protes, Cuek, dan Disumbangkan
Jakarta - Gaji menteri yang jumlahnya Rp 19 juta menjadi bahan pembicaraan belakangan ini. Ada yang merasa cukup, kurang bahkan ada yang bersikap acuh terhadap gajinya sebagai pejabat tinggi di pemerintahan itu.

Berdasarkan catatan detikFinance, Jumat (16/5/2014), ada menteri yang protes dan merasa gajinya tidak sepadan dengan tanggung jawabnya, hingga ada yang menyumbangkan seluruh gajinya. Siapa saja menteri tersebut?


Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz

Menteri Perumahan Djan Faridz pernah berkeluh kesah mengenai gajinya. Dia sedikit protes karena gajinya sebagai menteri tidak sepadan dengan apa tanggung jawabnya. Dia berharap gajinya setara dengan gaji Gubernur Bank Indonesia.

Menurutnya, seorang menteri wajib digaji lebih besar dari yang diterimanya sekarang. Djan mengatakan, gaji pokok yang didapatnya saat ini hanya Rp 5 juta/bulan, ditambah berbagai macam tunjangan sehingga menjadi Rp 19 juta per bulan.

"Zalim (tak kasihan) namanya, nggak fair menteri digaji Rp 5 juta plus-plus jadi Rp 19 juta per bulan," kata Djan saat berbincang dengan wartawan di kantor Kementerian Perumahan Rakyat, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Djan beralasan seorang menteri punya tanggung jawab yang sangat besar, termasuk mengelola anggaran yang mencapai triliunan rupiah, juga membuat kebijakan-kebijakan yang strategis.

"Karena menteri mengelola anggaran, triliunan, tanggung jawab berat, kalau salah bikin ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," katanya.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz

Menteri Perumahan Djan Faridz pernah berkeluh kesah mengenai gajinya. Dia sedikit protes karena gajinya sebagai menteri tidak sepadan dengan apa tanggung jawabnya. Dia berharap gajinya setara dengan gaji Gubernur Bank Indonesia.

Menurutnya, seorang menteri wajib digaji lebih besar dari yang diterimanya sekarang. Djan mengatakan, gaji pokok yang didapatnya saat ini hanya Rp 5 juta/bulan, ditambah berbagai macam tunjangan sehingga menjadi Rp 19 juta per bulan.

"Zalim (tak kasihan) namanya, nggak fair menteri digaji Rp 5 juta plus-plus jadi Rp 19 juta per bulan," kata Djan saat berbincang dengan wartawan di kantor Kementerian Perumahan Rakyat, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Djan beralasan seorang menteri punya tanggung jawab yang sangat besar, termasuk mengelola anggaran yang mencapai triliunan rupiah, juga membuat kebijakan-kebijakan yang strategis.

"Karena menteri mengelola anggaran, triliunan, tanggung jawab berat, kalau salah bikin ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," katanya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat

MS Hidayat tak ambil pusing dengan gajinya sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) karena sudah merasa cukup dengan penghasilannya sebagai pengusaha, . Bahkan dia mengaku jarang menggunakan fasilitas-fasilitas jabatan menteri yang merupakan haknya.

"Kalau saya pribadi karena saya pengusaha, saya sudah 30 tahun jadi pengusaha, terakhir saya jadi Ketum Kadin mengatur ribuan perusaahaan. Saya hidup cukup settled di swasta," kata Hidayat saat ditemui detikFinance di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Hidayat memang memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Real Estate Indonesia, Ketua Umum Kadin, dan juga menjadi Direktur Utama perusahaan properti.

"Sejak diangkat menteri, Saya sama sekali tidak mengharapkan mendapatkan fasilitas, karena saya bisa mendapatkan itu sendiri," jelasnya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat

MS Hidayat tak ambil pusing dengan gajinya sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) karena sudah merasa cukup dengan penghasilannya sebagai pengusaha, . Bahkan dia mengaku jarang menggunakan fasilitas-fasilitas jabatan menteri yang merupakan haknya.

"Kalau saya pribadi karena saya pengusaha, saya sudah 30 tahun jadi pengusaha, terakhir saya jadi Ketum Kadin mengatur ribuan perusaahaan. Saya hidup cukup settled di swasta," kata Hidayat saat ditemui detikFinance di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Hidayat memang memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Real Estate Indonesia, Ketua Umum Kadin, dan juga menjadi Direktur Utama perusahaan properti.

"Sejak diangkat menteri, Saya sama sekali tidak mengharapkan mendapatkan fasilitas, karena saya bisa mendapatkan itu sendiri," jelasnya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan

Berbeda dengan menteri-menteri yang lain, Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan seluruh gajinya sebagai menteri kepada Ricky Elson, pencipta mobil listrik Gendhis dan Selo.

Pendapatan Ricky di Jepang untuk mengembangkan mobil listrik jauh lebih besar dibanding apa yang dia dapatkan di Indonesia. Itu sebabnya Dahlan memberikan hampir 2 tahun gajinya kepada Ricky agar mau mengembangkan mobil listrik di tanah air.

"Saya serahkan semua gaji saya ke Ricky. Karena saya tahu, gaji dia di Jepang pasti lebih tinggi. Gaji saya cuma lewat ke dia," kata Dahlan di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Sebelumnya, Ricky mengaku menerima semua gaji yang diperoleh Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN setiap bulan hingga kini. Total gaji yang diberikan Dahlan kepada Ricky sebesar Rp 19 juta per bulan.

"Saya terima gaji menteri sebagai PNS. Beliau punya gaji Rp 19 juta per bulan," kata Ricky Elson.

Menteri BUMN Dahlan Iskan

Berbeda dengan menteri-menteri yang lain, Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan seluruh gajinya sebagai menteri kepada Ricky Elson, pencipta mobil listrik Gendhis dan Selo.

Pendapatan Ricky di Jepang untuk mengembangkan mobil listrik jauh lebih besar dibanding apa yang dia dapatkan di Indonesia. Itu sebabnya Dahlan memberikan hampir 2 tahun gajinya kepada Ricky agar mau mengembangkan mobil listrik di tanah air.

"Saya serahkan semua gaji saya ke Ricky. Karena saya tahu, gaji dia di Jepang pasti lebih tinggi. Gaji saya cuma lewat ke dia," kata Dahlan di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Sebelumnya, Ricky mengaku menerima semua gaji yang diperoleh Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN setiap bulan hingga kini. Total gaji yang diberikan Dahlan kepada Ricky sebesar Rp 19 juta per bulan.

"Saya terima gaji menteri sebagai PNS. Beliau punya gaji Rp 19 juta per bulan," kata Ricky Elson.

Halaman 2 dari 8
(zul/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads