"Swiss adalah negara maju yang sukses di sektor pertaniannya. Swiss negara industri tetapi pertanian tidak ditinggalkan. Ada kebijakan pengharusan agar lahan-lahan bisa ditanami jagung, bahkan padang gembala untuk sapi," ungkap Djoko saat berdiskusi dengan tema 'Mencari Pemimpin yang Pro Pertanian' di Hotel Amaroossa, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/05/2014).
Djoko menjelaskan, Swiss merupakan salah satu negara dengan tingkat taraf hidup yang tinggi, bahkan dibandingkan dengan negara-negara di Uni Eropa sekalipun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Swiss ada ketentuan, kalau anda mewariskan tanah pertanian kepada anak, tidak boleh tanah warisan itu dipecah, karena tanah pertanian di Swiss sangat dilindungi, tidak boleh dialih fungsi sehingga lahan pertanian setiap tahun bertambah," imbuhnya.
Lewat cara ini, Swiss mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan produk pangannya. Bahkan di sektor peternakan, Swiss mampu berswasembada dengan memiliki populasi ternak cukup banyak dibandingkan rasio permintaan.
"Swiss mempunyai penduduk 7,6 juta, tetapi mereka punya populasi ayam potongnya 9 juta ekor, 1,6 juta ekor sapi, 1,5 juta ekor babi, dan 1,5 juta ekor biri-biri. Orang swiss juga dikenal sebagai negara pengonsumsi susu tertinggi dunia, yaitu 120 liter/tahun atau 3 liter/hari," jelasnya.
(wij/dnl)











































