Ini Visi Misi Prabowo-Hatta Soal Kemandirian Pangan dan Energi

Ini Visi Misi Prabowo-Hatta Soal Kemandirian Pangan dan Energi

- detikFinance
Selasa, 20 Mei 2014 11:36 WIB
Ini Visi Misi Prabowo-Hatta Soal Kemandirian Pangan dan Energi
Jakarta - Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Dibutuhkan peran negara untuk mengelola sumber daya alam tersebut bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, memiliki skema pengelolaan sumber daya alam serta kemandirian pangan dan energi. Berikut rangkumannya seperti dikutip detikFinance berdasarkan dokumen berjudul Agenda dan Program Nyata untuk Menyelamatkan Indonesia dari Prabowo-Hatta di Jakarta, Selasa (20/5/2014):

1. Mencetak 2 juta hektar lahan baru untuk meningkatkan produksi beras, jagung, sagu, kedelai, dan tebu yang dapat mempekerjakan lebih dari 12 juta juta orang. Pemerintah akan menambah dana riset sebesar Rp 10 triliun dari APBN selama 2015-2019, termasuk membangun Demplot Peningkatan Produktivitas Pertanian Rakyat di setiap kabupaten mulai 2015.

2. Mendorong pembangunan industri pengolahan pangan, peternakan, dan perikanan yang berdaya saing tinggi, antara lain melalui insentif fiskal.

3. Mendorong peningkatan produksi dan konsumsi protein yang berasal susu, telur, ikan, dan daging.

4. Mencetak 2 juta hektar lahan untuk aren, ubi kayu, ubi jalar, sagu, sorgum, kelapa, kemiri, dan bahan baku bioetanol lainnya dengan sistem tumpang sari yang dapat mempekerjakan lebih dari 12 juta orang. Memberikan prioritas pada pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN), serta energi bio dan energi terbarukan yang diikuti kewajiban pemakaian biodiesel yang dinaikkan bertahap.

5. Membangun pabrik pupuk area dan NPK baru milik petani dengan total kapasitas 4 juta ton.

6. Menjamin harga pangan yang menguntungkan petani sekaligus terjangkau oleh konsumen.

7. Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air dengan kapasitas 10.000 MW dan melaksanakan penyediaan listrik nasional mencapai rasio 100% sampai 2019.

8. Mendirikan kilang-kilang minyak bumi, pabrik etanol, dan pabrik DME (pengganti elpiji), serta infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan transmisi/distribusi gas.

9. Memperluas konversi penggunaan BBM ke gas dan energi terbarukan untuk pembangkit listrik PLN.

10. Mengurangi subsidi BBM khusus terhadap orang kaya melalui mekanisme pajak dan cukai, serta membangun sistem subsidi energi yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan.


Β 
(hds/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads