Pasangan calon presiden-calon presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla punya pandangan terhadap pengembangan sektor perdagangan. Ini tertuang dalam dokumen berjudul 'Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian' yang merupakan misi, visi, dan program aksi Jokowi-JK.
"Kami berkomitmen untuk mengembangkan kapasitas perdagangan nasional. Pertama, melalui peningkatan daya saing nasional melalui peningkatan kualitas, pencitraan, harga, dan pelayanan," sebut dokumen itu seperti dikutip Selasa (20/5/2014).
Kedua adalah prioritas akses modal untuk UMKM, revitalisasi pasar tradisional, dan pendampingan untuk industriawan muda. Ketiga adalah membangun 5.000 pasar tradisional dan yang sudah berumur lebih dari 25 tahun akan direvitalisasi.
Keempat adalah implementasi penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), dan kelima memberantas penyelundupan barang ke pasar domestik.
Keenam adalah penguatan pengawasan dari Ditjen Bea dan Cukai atas barang-barang yang masuk ke Indonesia. Terakhir, mengevaluasi berbagai perjanjian perdagangan bebas (FTA) agar memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi Indonesia terutama untuk meningkatkan daya saing produk nasional.
"Manfaatkan fasilitas safeguards dalam FTA yang dapat digunakan untuk melindungi produk maupun pasar dalam negeri dari serbuan barang impor," tegas dokumen tersebut.
Β
(hds/ang)











































