Ini yang Paling Rajin Beri Utang ke Pemerintah RI

Ini yang Paling Rajin Beri Utang ke Pemerintah RI

- detikFinance
Rabu, 21 Mei 2014 08:50 WIB
Ini yang Paling Rajin Beri Utang ke Pemerintah RI
Jakarta - Pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan pembatasan pinjaman luar negeri yang membebani APBN/APBD. Jumlah utang luar negeri pemerintah Indonesia terus menurun, dan digantikan dalam bentuk surat utang (obligasi).

Dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang dikutip, Rabu (21/5/2014), total utang pemerintah Indonesia hingga April 2014 mencapai Rp 2.440 triliun dengan rasio 24,8% terhadap PDB.

Dari jumlah tersebut, Rp 673,74 triliun merupakan utang luar negeri yang didapat dari beberapa negara dan juga lembaga-lembaga multilateral. Jumlah utang luar negeri ini meningkat dibanding akhir 2013 yang sebesar Rp 668,9 triliun.

Tahun ini pemerintah masih akan mencari utang untuk menutup defisit anggaran, pemerintah akan menarik utang baru yang mayoritas dari penjualan surat utang atau obligasi. Namun, sampai saat ini siapa yang paling rajin memberi utang ke Indonesia? Ada 3 negara dan 3 lembaga yang paling rajin memberi utang kepada pemerintah Indonesia. Mereka adalah:

Β 

6. Islamic Development Bank (IDB)

Pemerintah Indonesia mempunyai utang ke IDB sebesar Rp 6,83 triliun pada April 2014. Jumlah ini naik dari posisi di Maret 2014 yang mencapai Rp 6,77 triliun. Naik juga dari Rp 6,64 triliun di akhir 2013.

Β 

6. Islamic Development Bank (IDB)

Pemerintah Indonesia mempunyai utang ke IDB sebesar Rp 6,83 triliun pada April 2014. Jumlah ini naik dari posisi di Maret 2014 yang mencapai Rp 6,77 triliun. Naik juga dari Rp 6,64 triliun di akhir 2013.

Β 

5. Jerman

Jumlah utang pemerintah Indonesia ke Jerman mencapai Rp 22,52 triliun di April 2014, naik dibandingkan posisi Maret 2014 yang jumlahnya mencapai Rp 22,18 triliun. Namun, jumlah tersebut turun dibandingkan posisi akhir 2013 yang mencapai Rp 23,68 triliun.

5. Jerman

Jumlah utang pemerintah Indonesia ke Jerman mencapai Rp 22,52 triliun di April 2014, naik dibandingkan posisi Maret 2014 yang jumlahnya mencapai Rp 22,18 triliun. Namun, jumlah tersebut turun dibandingkan posisi akhir 2013 yang mencapai Rp 23,68 triliun.

4. Perancis

Pemerintah Indonesia mempunyai utang Rp 25,58 trilun ke pemerintah Perancis hingga April 2014. Jumlah ini naik tipis dari Rp 25,34 triliun di Maret 2014 lalu.

4. Perancis

Pemerintah Indonesia mempunyai utang Rp 25,58 trilun ke pemerintah Perancis hingga April 2014. Jumlah ini naik tipis dari Rp 25,34 triliun di Maret 2014 lalu.

3. Asian Development Bank (ADB)

Jumlah utang Indonesia ke ADB sampai April 2014 mencapai Rp 103,38 triliun, turun dari posisi Maret 2014 yang sebesar Rp 104,38 triliun. Turun juga dibandingkan di akhir 2013 yang nilainya Rp 114,42 triliun.

3. Asian Development Bank (ADB)

Jumlah utang Indonesia ke ADB sampai April 2014 mencapai Rp 103,38 triliun, turun dari posisi Maret 2014 yang sebesar Rp 104,38 triliun. Turun juga dibandingkan di akhir 2013 yang nilainya Rp 114,42 triliun.

2. Bank Dunia

Nilai utang Indonesia ke Bank Dunia hingga April 2014 mencapai Rp 154,44 triliun. Jumlah ini naik dari posisi Maret 2014 yang mencapai Rp 153,36 triliun. Turun juga dibandingkan akhir 2013 yang mencapai Rp 163,74 triliun.

2. Bank Dunia

Nilai utang Indonesia ke Bank Dunia hingga April 2014 mencapai Rp 154,44 triliun. Jumlah ini naik dari posisi Maret 2014 yang mencapai Rp 153,36 triliun. Turun juga dibandingkan akhir 2013 yang mencapai Rp 163,74 triliun.

1. Jepang

Utang Indonesia ke Jepang hingga akhir April 2014 mencapai Rp 242,68 triliun. Naik tipis dari posisi Maret 2014 yang mencapai Rp 242,02 triliun. Jumlah ini turun dibandingkan akhir 2013 yang sebesar Rp 380,91 triliun.

1. Jepang

Utang Indonesia ke Jepang hingga akhir April 2014 mencapai Rp 242,68 triliun. Naik tipis dari posisi Maret 2014 yang mencapai Rp 242,02 triliun. Jumlah ini turun dibandingkan akhir 2013 yang sebesar Rp 380,91 triliun.
Halaman 2 dari 14
(ang/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads