Alasan pergantian ini lantaran kinerja keuangan Pelni tidak menggembirakan. Syahril sendiri baru menjabat sebagai Dirut Pelni selama setahun.
"Karena ingin diganti yang lebih baik. Orangnya baik, tetapi kondisi keuangan tidak menggembirakan, pokoknya masalah keuangan. Keuangan dalam artian kinerja ya," ujar Dahlan saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Menurut Dahlan, penggantian Syharil murni karena kondisi kinerja keuangan perseroan yang tak memuaskan.
Di tempat yang sama, Deputi Energi, Logistik dan Perhubungan Kementerian BUMN Dwijanti Tjahjaningsih menambahkan, selain mengganti Direktur Utama, pihaknya juga mengganti Setyobudi Santosa sebagai Direktur Operasi Pelni, digantikan Elfin Guntoro yang sebelumnya menjabat sebagai Konsultan Pelni.
"Ya per hari ini Pak Syahril diganti oleh Pak Wimbo dari KAI. Yang menggantikan Pak Budi itu Pak Elfin. Ini persoalan kinerja memang sudah tidak bagus," terang dia.
Pergantian ini, kata Yanti, sudah dipersiapkan sejak lama. Tidak ada yang mendadak dalam proses pergantian ini.
"Kinerja memang sudah enggak bagus. Fit and proper sudah lama, enggak mungkin mendadak seperti ini. Ada pemanggilan dulu sebelum diserahkan. Ya kan Pak Menteri berhak memberhentikan atau mengangkat," pungkasnya.
(drk/dnl)










































