Dahlan mengatakan, latar belakang pergantian ini murni karena kondisi keuangan Pelni yang tidak menggembirakan.
Mantan Dirut PLN ini mengatakan, Syahril merupakan sosok yang baik. Dahlan mengaku pernah menggaji Syahril selama 6 bulan, saat Syahril menjabat Direktur Utama Djakarta Lloyd yang keuangan parah dan tidak bisa menggaji karyawan.
"Kalau anaknya baik sekali, tapi saya sering bilang bahwa baik saja tidak cukup. Kan dia pernah nggak gajian lama dan dia pernah 6 bulan saya beri gaji dari saya pribadi. Saya tahu orangnya baik, tapi baik saja tidak cukup harus maju," kata Dahlan.
Dahlan berharap, melalui pergantian ini, kinerja perseroan akan lebih baik ke depan. Dia menegaskan, tidak ada korupsi yang dilakukan Syahril, namun kinerja keuangan Pelni tidak menggembirakan.
"Nggak ada korupsi, nggak ada kesalahan tapi kinerja keuangannya kurang menggembirakan, berharap lebih baik, memperbaiki," ujar dia.
(dnl/hen)











































