Salah satu proyek yang dijanjikan duet ini adalah memulai proses perencanaan pemindahan ibu kota negara. Ide ini sebenarnya sudah muncul sejak era pemerintahan Soekarno.
Menurut Juniman, Kepala Ekonom BII, sebenarnya pemindahan ibu kota bukanlah agenda yang mendesak untuk saat ini. Pemindahan ibu kota butuh dana yang sangat besar dan sulit mengingat terbatasnya kemampuan anggaran negara.
"Kalau tujuannya untuk pemerataan pembangunan, maka selayaknya ibu kota dipindahkan ke daerah Timur yang minim tersentuh pembangunan. Namun di daerah Timur perlu dukungan infrastruktur yang besar agar bisa menunjang pemerintahan dan bisnis," kata Juniman kala berbincang dengan detikFinance, Rabu (21/5/2014).
Sementara kemampuan fiskal Indonesia, lanjut Juniman, sulit untuk mengakomodasi pembangunan infrastruktur besar-besaran di ibu kota baru. Anggaran negara sudah banyak tersedot untuk belanja pegawai dan subsidi.
Untuk memeratakan pembangunan, tambah Juniman, sebenarnya bukan pemindahan ibu kota yang dibutuhkan. Melainkan pemerataan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sehingga Indonesia tidak hanya digerakkan di Jawa, khususnya Jakarta.
Caranya adalah dengan merevitalisasi industri manufaktur dan pertanian. "Kita punya modal besar sebagai negara agraris dan kaya sumber daya alam. Harus ada pengembangan industri manufaktur yang mengolah bahan mentah dari pertanian atau pertambangan. Industri ini juga harus disebar di seluruh daerah," papar Juniman.
Oleh karena itu, Juniman menilai pemindahan ibu kota bukanlah hal yang mendesak bagi Indonesia saat ini. "Pekerjaan besar kita yang mendesak adalah bagaimana mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitasnya. Artinya, harus ada pembukaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan. Caranya bukan dengan memindahkan ibu kota, tetapi menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di seluruh daerah," jelasnya.
Pemindahan ibu kota, demikian Juniman, boleh dipikirkan ketika ekonomi Indonesia sudah mulai mapan. "Sekarang PR kita masih banyak. Nanti kalau ekonomi sudah growing 6-7% bolehlah kita memikirkan pindah ibu kota. Kalau sekarang sepertinya belum mendesak," tuturnya.
Namun kalau nanti Prabowo-Hatta terpilih dan ingin merealisasikan ide ini, Juniman mengatakan boleh saja. "Apakah 5 tahun mungkin memindahkan ibu kota, jawabannya mungkin saja. Namun apakah dengan ekonomi kita yang slowing dan recovery perekonomian global yang lambat pemindahan itu menjadi penting?" ucapnya.
Β
(hds/ang)











































