Thailand Dilanda Krisis Politik, Dahlan: Peluang RI untuk Bersaing

Thailand Dilanda Krisis Politik, Dahlan: Peluang RI untuk Bersaing

- detikFinance
Jumat, 23 Mei 2014 19:20 WIB
Thailand Dilanda Krisis Politik, Dahlan: Peluang RI untuk Bersaing
Reuters
Jakarta - Krisis politik yang terjadi di Thailand memasuki babak baru, di mana militer mengambilalih kuasa di Negeri Gajah Putih. Beberapa kalangan menganggap ada sisi positif dari hal ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan, ini akan menjadi peluang bagi Indonesia untuk bersaing dengan Thailand.

"Peluang besar bagi Indonesia untuk bersaing sama Thailand," kata Dahlan kepada detikFinance di Kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/5/2014).

Menurutnya, Indonesia masih lebih baik dibanding Thailand. Tidak hanya di bidang ekonomi, juga dalam hal kebebasan warga negara.

"Itu tidak gampang selesainya, karena ada UUD sana. UUD itu ada pasal menyebutkan, tidak boleh mengkritik kerajaan, mengucapkan sesuatu yang tidak menyenangkan kerajaan. Berarti kita jauh lebih baik. Kemudian, pertumbuhan ekonominya," papar Dahlan.

Saat mengumumkan kudeta militer pada Kamis (22/5), panglima militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurut Prayuth, kudeta ini demi mengembalikan kondisi Thailand normal seperti semula.

Dengan adanya kudeta militer, ada sejumlah ketentuan yang diterapkan. Selain membubarkan demonstran, militer juga melakukan sensor pada media massa. Seluruh televisi hanya diperbolehkan menyiarkan materi dari militer.

Kemudian militer juga memberlakukan jam malam, yakni mulai pukul 22.00 hingga pukul 05.00 waktu setempat. Transportasi publik mulai beroperasi setelah jam malam, kondisi lalu lintas cenderung sepi. Mobil-mobil yang melintas harus menjalani pemeriksaan militer.

Kondisi Bangkok pagi ini dilaporkan tenang dan aktivitas berjalan normal seperti biasa. Namun militer memerintahkan seluruh sekolah dan universitas untuk tutup sementara.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan buruknya kondisi Thailand saat ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik para investor asing. "Investasinya bisa relokasi ke Indonesia," ujarnya.


Β 
(zul/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads