Krisis Thailand Tak Pengaruhi Industri Tekstil

Krisis Thailand Tak Pengaruhi Industri Tekstil

- detikFinance
Senin, 26 Mei 2014 08:34 WIB
Krisis Thailand Tak Pengaruhi Industri Tekstil
Jakarta - Krisis politik yang terjadi di Thailand berpengaruh terhadap beberapa industri di negara tersebut. Namun untuk industri tekstil dan produk tekstil, krisis tersebut diperkirakan tak berpengaruh signifikan.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan, setelah kudeta yang dilakukan militer, kinerja ekspor-impor Thailand dan Indonesia berangsur membaik. Importir maupun eksportir justru sudah mendapat kepastian.

"Justru setelah dikudeta oleh militer, bisnis jadi lebih lancar dan logistik jadi jalan," kata Ade saat dihubungi detikFinance, Senin (26/5/2014).

Menurut Ade, sebelum dikudeta dan krisis terjadi di Thailand, kinerja ekspor-impor Indonesia justru sedikit terhambat meski tak terlalu signifikan.

Jika ada dampak, Ade menilai yang terbesar akan dialami oleh sektor otomotif. "Pengaruhnya ada penurunan produksi, khususnya di otomotif bukan di TPT (tekstil dan produk tekstil). Kalau TPT sebenarnya kecil ekspor-impor antara Indonesia dan Thailand," katanya.

Aktivitas perdagangan TPT kedua negara, lanjut Ade, nilainya tidak signifikan. "Impor kita kebanyakan pakaian jadi, nggak banyak hanya jutaan dolar per tahun. Kalau kita ekspor serat, benang. Bisnis tetap berjalan, biasa saja, tidak terlalu banyak berpengaruh untuk tekstil," paparnya.

Walaupun ada hambatan, tambah Ade, mungkin hanya soal ketepatan waktu pengiriman barang. "Mereka kesulitan ekspor ontime karena kadang-kadang jalannya dihalangi oleh demonstran. Tapi bisnis tetap berjalan," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengatakan pengusaha otomotif akan menyambut jika ada peralihan industri dari Thailand ke Indonesia.

"Indonesia tentunya siap menerima pengalihan investasi dari Thailand, jika memang ada perusahaan yang mau melakukan hal tersebut," kata Jongkie.

Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan dari anggota Gaikindo terkait rencana relokasi tersebut. Dia juga belum bisa menyebutkan terkait pengaruh harga suku cadang yang masih banyak diimpor dari Negeri Gajah Putih.

"Kami harapkan krisis politik ini cepat berakhir. Kita tidak tahu sampai kapan situasi politik ini akan berakhir, sulit untuk memprediksi apapun (termasuk perubahan harga)," jelasnya.

(zul/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads