"Kita ingin membahas ini secara menyeluruh, maka dari itu kami butuh hadir semuanya," kata Ketua Banggar DPR Ahmadi Noor Supit saat rapat kerja di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2014).
Ahmadi berpendapat kehadiran dua pejabat itu sangat penting. Kementerian KESDM berperan sentral dalam pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sementara BI terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan inflasi.
"Meskipun sudah ada perwakilan, tapi tetap saja bukan pada tahap pengambilan keputusan. Kita tidak tahu apakah antara menteri dan wakilnya satu suara," ujarnya.
Sementara itu, anggota Banggar Dolfie OFP menilai Jero mengesampingkan masalah anggaran negara. Padahal, pemerintah terpaksa mengubah APBN karena kementerian ini dianggap gagal mengelola BBM bersubsidi.
"Pak Menteri ESDM sepertinya tidak menghargai Banggar dan pembahasan APBN-P. Padahal semua yang terjadi sekarang itu salah satu faktor penyebabnya adalah akibat ketidakmampuan ESDM dalam mengelola BBM," tegasnya.
Menurut Chatib Basri, Menteri Keuangan, Jero tak hadir karena ada agenda di luar kota. "Mohon maaf, Pak Menteri ESDM tidak ikut dalam rapat ini karena menghadiri wisuda di sekolah tinggi energi Cepu, Jawa Timur," katanya.
Rapat ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana. Sementara Kementerian ESDM diwakili wakil menteri Susilo Siswoutomo, dan BI diwakili oleh Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo.










































