"Ada beberapa hal yang diperhitungkan pemerintah yang sengaja harganya dinaikkan seperti daging ayam dan telur ayam yang naik kira-kira 8,25% dibandingkan bulan lalu atau Rp 29.610 untuk daging ayam dari Rp 29.000, telur ayam naik 6,59% dibandingkan bulan lalu menjadi Rp 19.597/kg," kata Lutfi usai rapat koordinasi pangan di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Senin (26/05/2014).
Menurut Lutfi, kenaikan harga pada daging ayam dan telur ayam disebabkan karena kebijakan surat edaran dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Surat edaran itu intinya agar peternak menaikkan harga bertahap atau jauh-jauh hari sebelum Puasa, tujuannya agar para peternak dan pedagang daging ayam tidak menaikan harga yang cukup tinggi saat memasuki bulan Puasa dan Lebaran.
"Sengaja (dilakukan) untuk memproteksi keuntungan peternak dan juga menjaga untuk tidak naik yang tajam untuk peternak kecil saat bulan Ramadan," imbuhnya.
Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah bawang merah. Menurut Lutfi tingginya harga bawang merah disebabkan karena tindakan para pedagang yang sengaja menaikkan harga dengan asumsi kenaikan harga menjelang Puasa dan Lebaran tidak terlalu signifikan.
"Ada juga bawang merah yang naik karena tidak ditahan oleh pedagang menjaga mekanisme agar tidak terlalu jatuh harganya yaitu bawang merah naik ke 3,6% Rp 19.368 (Kg) sengaja menjaga agar harga tidak terlalu jatuh bila panen tiba di beberapa tempat," tuturnya.
Sedangkan untuk daging sapi dan beras, harganya cenderung stabil bahkan mengalami penurunan harga. Harga beras premium per kg saat ini Rp 8.891 atau sama dengan bulan lalu. Sedangkan harga daging sapi turun 1,40% dibandingkan bulan lalu menjadi Rp 98.260/kg.
"Ini akan terus turun karena suplainya membaik mendekati H-30 sebelum Ramadan dan H-1 sebelum Lebaran," katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung atau CT mengungkapkan pemerintah akan berkonsentrasi untuk menangani masalah pangan menjelang Puasa dan Lebaran. Sehingga potensi gejolak harga yang berlebihan bisa ditekan.
"Diharapkan pada Lebaran dan Ramadan tahun ini kesiapan stok pangan dan jaringan distribusi kita lebih baik relatif dibandingkan kondisi tahun lalu," katanya.
(wij/hen)











































