"Soal situasi di Thailand, memang saya kira ada dampak ke kita. Tapi saya kira terbatas dampaknya ke pasar keuangan, nggak ada pengaruh signifikan lah," kata Chatib di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Senin (26/5/2014).
Sementara di jalur perdagangan, lanjut Chatib, Indonesia kemungkinan akan mengalami penurunan impor dari Thailand. Salah satu penyebabnya adalah karena gunjang-ganjing di negara tersebut bisa menghambat produksi berbagai barang.
Namun, Chatib tidak menyebutkan impor produk apa saja yang bakal turun. "Impor dari Thailand akan mengalami penurunan," ujarnya.
Secara keseluruhan, Chatib memperkirakan impor pada kuartal II-2014 akan mengalami peningkatan. Ini merupakan faktor musiman yang terjadi setiap tahunnya.
"Pada kuartal I itu orang sudah mulai melakukan ekspansi. Jadi mereka yang sudah dapat kredit dari bank akan beli bahan baku yang dari impor, dan itu terjadi pada kuartal II," imbuhnya.
Peningkatan impor, demikian Chatib, akan mempengaruhi defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Namun defisit tersebut akan mulai menurun pada kuartal III dan IV.
"Jadi jangan kaget, dan ini bukan sesuatu yang tidak kita antisipasi. Mudah-mudahan masih bisa surplus, tetapi saya nggak akan surprise kalau neraca perdagangannya akan defisit," papar Chatib.
(mkl/hds)











































