3 Alasan Indonesia Selalu Impor Pangan Tiap Tahun

- detikFinance
Rabu, 28 Mei 2014 14:54 WIB
Jakarta - Setiap tahun Indonesia masih impor produk pangan. Ada tiga masalah utama di sektor pangan Indonesia sehingga kebutuhan dalam negeri harus dipenuhi via impor.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) Arief Daryanto dalam seminar bertajuk Dampak Global Penerapan Bioteknologi dalam Mendorong Perbaikan Lingkungan Hidup dan Teknologi di Kampus IPB, Bogor, Rabu (28/5/2014).

"Setiap tahun, kebutuhan pangan nasional terus meningkat tapi produksi pangan kita tidak bisa memenuhi kebutuhan yang terus meningkat itu. Intinya high demand but less supply," ujar Arief.

Masalah pertama yang menyebabkan kondisi tersebut kian sulit ditanggulangi adalah tingginya ancaman dari alam terhadap tanaman-tanaman pertanian yang ditanam para petani di Indonesia.

"Petani di Indonesia serlalu dihadapkan pada tekanan-tekanan yang berasal dari alam yang sulit dihindari seperti serangan hama, serangan organisme penyakit tanaman dan perubahan iklim," tutur dia.

Hambatan berikutnya adalah, terus berkurangnya jumlah lahan pertanian akibat adanya peralihan fungsi lahan dari yang semula untuk pertanian menjadi untuk sektor bisnis lain dan hunian.

"Lahan pertanian berkurang 100.000 hektar per tahun karena ada konversi untuk keperluan industri dan perumahan," tambah dia.

Terakhir, kurang berpihaknya kebijakan pemerintah terhadap langkah-langkah pengembangan sektor pertanian terutama dalam hal penerapan teknologi baru di sektor pertanian seperti rekayasa genetik bibit pangan, membuat Indonesia kian sulit memenuhi kebutuhan pangan dalam negerinya.

"Karena kendala-kendala tersebut pemenuhan kebutuhan menjadi tidak mencukupi, impor adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan nasional," imbuh dia.



(ang/ang)