Hari ini, detikFinance bersama puluhan awak media memperoleh kesempatan melihat lebih dekat lokasi proyek MRT. Lokasi proyek yang dikunjungi adalah titik di Stasiun Senayan yang berada tepat di depan Ratu Plaza.
Sebelum memasuki area kontruksi, rombongan wajib memakai alat keselamatan kerja. "Mohon setiap saat berada di lokasi, Saudara pakai alat pelindung diri," kata petugas dari MRT Jakarta (Jaya Kontruksi) Fadil di area proyek Stasiun Senayan, Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Usai memberi arahan keselamatan, rombongan diarahkan memasuki area kontruksi. Di lokasi proyek, Direktur Kontruksi PT MRT Jakarta M. Nasyir menerangkan tentang proses kontruksi saat ini.
Nasyir menjelaskan, saat ini sedang dilakukan persiapan menuju kontruksi stasiun. Untuk pembangunan stasiun di tengah jalan protokol Sudirman, terpaksa proyek MRT mengambil 4,5 meter dari total 6 meter lebar jalur pejalan kaki sepanjang 325 meter.
Untuk titik area Stasiun Senayan, proyek MRT juga mengambil jalur Trans Jakarta sayap kiri dan kanan. Proses persiapan seperti ini terjadi di 4 titik stasiun bawah tanah (underground).
"Akan seperti ini ada 4 titik, yakni Stasiun Senayan, Istora, Benhil (Bendungan Hilir), Setiabudi. Targetnya tanggal 19 Juli 2014 selesai," kata Nasyir di lokasi proyek Stasiun Senayan.
Nasyir menerangkan, langkah ini perlu dilakukan sebagai dampak rekayasa lalu lintas proyek MRT. Selain pembuatan kontruksi untuk jalan alternatif, MRT Jakarta juga merelokasi beberapa halte bus Trans Jakarta yang terkena dampak pembangunan stasiun MRT bawah tanah.
Setelah persiapan jalan dan relokasi halte bus trans Jakarta siap, selanjutnya pada 19 Juli 2014 dimulai proses kontruksi stasiun bawah tanah.
"Sebagian kendaraan kita geser ke pinggir. Kita bekerja di tengah kurang lebih selama 2-3 tahun," sebut Nasyir.
Stasiun Senayan sendiri merupakan titik masuknya jalur MRT bawah tanah dari arah Stasiun Lebak Bulus. Rute MRT fase I dibangun melayang dan bawah tanah sepanjang 15,7 KM. Nasyir menerangkan setelah proses kontruksi tuntas 100%, jalur pejalan kaki, taman, hingga jalur hijau yang diambil untuk mendukung proyek MRT akan dikembalikan seperti semula.
"Ketika pekerjaan selesai, kita bongkar dan kembalikan seperti semula. Ini hanya selama project saja. Di tengah ada taman, kita buatkan kembali taman," paparnya.
(feb/hds)











































